SAMPIT – Suasana pagi di kawasan Jalan Walter Condrad, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur (Kotim), tampak lebih semarak pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sejak pagi, ribuan umat muslim mulai berdatangan menuju Masjid Nurul Anwar untuk menunaikan Salat Id.
Kumandang takbir yang menggema sejak subuh mengiringi langkah jemaah yang terus berdatangan. Tak hanya memenuhi bagian dalam masjid, jemaah juga meluber hingga halaman, area parkir, bahkan sampai ke alun-alun di sepanjang Jalan Walter Condrad.
Shalat Id dimulai sekitar pukul 06.15 WIB. Meski sebagian jemaah harus mengambil tempat di area yang cukup jauh dari imam, suasana khusyuk tetap terasa selama pelaksanaan ibadah berlangsung.
Usai shalat jemaah mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Dahlawi. Dalam khutbahnya, ia mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS tentang kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Pengurus Masjid Nurul Anwar, Boyadianto, mengatakan jumlah jemaah yang hadir pada pelaksanaan Salat Id tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 2.500 orang.
“Alhamdulillah, tahun ini jemaah yang datang sangat banyak. Diperkirakan lebih dari 2.500 orang ikut melaksanakan Salat Id di Masjid Nurul Anwar,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya jumlah jemaah membuat area masjid tidak mampu menampung seluruh masyarakat sehingga sebagian harus melaksanakan salat di halaman hingga ke alun-alun.
“Memang dari tahun ke tahun jumlah jemaah selalu meningkat. Karena itu, kami menyiapkan area tambahan di halaman dan sekitar alun-alun agar masyarakat tetap bisa mengikuti salat dengan nyaman,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan Shalat Id berjalan lancar dan tertib sejak awal hingga selesai.
“Yang terpenting pelaksanaan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami sebagai pengurus masjid,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Agustus Tri Wardono, mengaku sudah datang sejak pagi bersama keluarganya agar bisa mendapatkan tempat.
“Saya datang lebih awal bersama keluarga, karena biasanya jemaah di sini memang ramai setiap tahun,” ucapnya.
Ia mengatakan meski harus melaksanakan salat di area luar masjid, hal itu tidak mengurangi kekhusyukan dalam beribadah.
“Walaupun berada di luar sampai dekat alun-alun, suasananya tetap khusyuk. Yang penting kita bisa salat bersama-sama,” katanya.
Agustus juga menilai pelaksanaan Salat Id di Masjid Nurul Anwar selalu memberikan suasana kebersamaan yang kuat antarwarga.
“Rasanya selalu berbeda setiap tahun. Banyak warga yang datang, saling bertemu dan bersilaturahmi setelah salat,” tuturnya.
(Utomo)












