SAMPIT – Penanganan tumpahan crude palm oil (CPO) di ruas Jalan Trans Kalimantan, Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Senin 30 Maret 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa proses pembersihan sempat dilakukan selama kurang lebih satu setengah jam pada tahap awal dan berhasil menyelesaikan satu titik tumpahan.
“Di awal kurang lebih sekitar satu setengah jam kami tangani, dan untuk satu segmen tumpahan CPO sudah selesai dibersihkan,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengungkapkan masih terdapat satu segmen lain yang belum tertangani karena petugas sempat beristirahat untuk makan siang sebelum melanjutkan pekerjaan.
“Ternyata masih ada satu segmen lagi yang belum bisa ditangani tadi karena petugas harus istirahat sebentar,” tambahnya.
Multazam juga menggambarkan kondisi di lapangan sempat cukup padat dan kurang kondusif akibat pengguna jalan yang tidak saling mengalah, sehingga memperlambat proses penanganan.
“Tadi situasinya agak sedikit krodit karena antar pengguna jalan tidak bisa saling mengalah,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa tumpahan CPO tersebut cukup panjang dan tebal, terlebih karena bercampur dengan air hujan yang turun pada pagi hari, sehingga membuat permukaan jalan semakin licin.
“Memang tumpahannya cukup panjang dan tebal, ditambah dengan hujan, jadi penanganannya perlu ekstra,” ungkapnya.
Untuk penanganan di lapangan, BPBD Kotim menurunkan dua unit armada dengan tujuh hingga delapan personel, serta bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kotim guna mengatur arus kendaraan.
Selain menggunakan air, petugas juga menyemprotkan zat tambahan yang aman bagi lingkungan untuk mempercepat proses pengikisan minyak di badan jalan agar lalu lintas kembali aman dilalui.
“Kami berharap pada periode pembersihan kedua ini segmen yang tersisa bisa segera diselesaikan, sehingga arus lalu lintas dapat berjalan normal,” pungkasnya.
Sebelumnya, kemacetan panjang terjadi di ruas jalan tersebut akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan truk pengangkut peti kemas dan truk bermuatan CPO pada Minggu malam 29 Maret 2026. Insiden itu menyebabkan minyak tumpah ke badan jalan dan membuat kondisi jalan licin.
Hingga Senin pagi, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup, sementara petugas terus berupaya membersihkan sisa tumpahan dan menormalkan kondisi jalan. Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati serta mengurangi kecepatan saat melintas di lokasi kejadian. (Nardi)












