SAMPIT – Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM) menyampaikan sorotan keras terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kotawaringin Timur (Kotim) menyusul banyaknya kritik dan keluhan masyarakat yang ramai disampaikan di media sosial Facebook.
Keluhan yang muncul didominasi terkait buruknya pelayanan, mulai dari distribusi air yang tidak lancar, kualitas air yang keruh, hingga respons pelayanan yang dinilai lamban.
Sekretaris KPPM Rahmad menyampaikan kritik sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat Samuda yang terdampak langsung oleh persoalan tersebut.
“Keluhan ini mulai mencuat sejak Minggu dan masih terus dipantau hingga Senin, seiring meningkatnya keluhan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir melalui media sosial,” kata Rahmad, Senin 30 Maret 2026.
Permasalahan tersebut terjadi di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang masuk dalam cakupan pelayanan PDAM Samuda.
Banyaknya keluhan yang terus berulang dinilai menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pelayanan yang belum ditangani secara serius.
KPPM menilai perlu adanya perhatian dari pihak pimpinan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur untuk melakukan pembenahan, termasuk evaluasi terhadap tata kelola di PDAM Samuda.
KPPM mendesak agar pimpinan PDAM segera mengambil langkah konkret, melakukan evaluasi menyeluruh, serta meningkatkan transparansi kepada masyarakat guna memperbaiki kualitas layanan.
“Kritikan dari masyarakat sudah sangat banyak dan tidak bisa lagi diabaikan. Ini menjadi tanggung jawab pimpinan PDAM Kabupaten Kotim untuk segera mengatasi kendala yang ada,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai penyedia layanan kebutuhan dasar, PDAM harus mampu bertindak cepat dan responsif, khususnya dalam menangani persoalan air bersih di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
KPPM menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat perbaikan nyata. Selain itu, mereka juga mendorong adanya dialog terbuka antara masyarakat, pihak PDAM, dan pemerintah daerah sebagai langkah penyelesaian yang berkelanjutan. (Nardi)












