PALANGKA RAYA – Upaya pemerataan pembelajaran berbasis digital di Kalimantan Tengah dinilai tidak bisa berjalan parsial. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat hingga daerah agar program tersebut benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan menegaskan, transformasi pendidikan menuju sistem digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyiapkan generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Digitalisasi pendidikan ini bukan hanya soal perangkat atau jaringan internet. Yang tidak kalah penting adalah kesiapan sumber daya manusianya, baik siswa maupun tenaga pendidik,” ucapnya, Rabu 1 April 2026.
Implementasi program harus dibarengi evaluasi secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang dijalankan tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik.
“Pengawasan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam mengikuti sistem pembelajaran digital, serta kesiapan fasilitas pendukung di setiap daerah,” tambahnya.
Jangan sampai program ini hanya terlihat berjalan di atas kertas, tetapi di lapangan tidak efektif. Pengawasan itu penting agar tujuan awal bisa tercapai.
“Kesenjangan yang masih terjadi di wilayah terpencil. Keterbatasan akses teknologi dan minimnya pemahaman masyarakat menjadi tantangan utama dalam penerapan sistem pembelajaran digital,” lanjutnya.
Selain itu mendorong adanya penguatan literasi digital sejak dini, khususnya bagi anak-anak di daerah yang belum terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam proses belajar.
“Pengenalan dunia digital harus dimulai lebih awal. Ini penting agar anak-anak kita, terutama di daerah terpencil, tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya. (yud)












