PALANGKA RAYA – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Tengah (Kalteng), Pathurrahman, mengajak seluruh kader untuk tetap tenang dan fokus pada kerja-kerja pemenangan partai ketimbang terjebak dalam konflik internal yang tidak produktif.
Penegasan ini disampaikan menyusul adanya isu Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dilakukan oleh sekelompok baru-baru ini pihak di luar negeri.
Pathurrahman memastikan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya saat ini adalah sah secara konstitusi partai dan memiliki legalitas formal dari DPP PPP.
“Proses pemilihannya telah melalui mekanisme yang sesuai AD/ART melalui Muswil ke-V di Palangka Raya pada 10 Februari lalu di Hotel Aurila, Jalan Adonis Samad, Palangka Raya,” ucapnya.
Dalam musyawarah tersebut, terbentuk tim formatur yang terdiri dari lima orang unsur DPP, DPW, dan DPC.
“Setelah formatur melaksanakan sidang pemilihan, maka terpilihlah secara aklamasi saya, Fathurahman diamanahi menjadi Ketua Wilayah periode 2026-2031. Setelah proses pemilihan formatur dan penetapan saya sebagai Ketua DPW, kami diberi waktu oleh DPP selama 10 hari untuk menyusun kepengurusan lengkap,” tambahnya, Rabu 1 Maret 2026.
Surat Keputusan (SK) kepengurusan definitif juga telah diterbitkan oleh DPP PPP pada 28 Februari 2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Muhammad Mardiono.
“Terkait kabar adanya Muswil di Kuala Lumpur, Pathurrahman menegaskan kegiatan tersebut tidak memiliki dasar hukum karena tidak mendapatkan izin maupun surat perintah dari pimpinan pusat,” lanjutnya.
Tidak ada surat perintah laksanakan Muswil di Kuala Lumpur dari DPP, atau mengizinkan, mengizinkan laksanakan Muswil di Kuala Lumpur tidak ada. Itu dari DPP. Jadi, apapun teknis mereka di sana saya tidak bisa ber-spekulasi kan.
“Alih-alih melakukan perlawanan secara frontal terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam agenda di luar negeri tersebut, Pathurrahman memilih pendekatan persuasif. Selain itu berkomitmen menjaga soliditas partai demi menghadapi kontestasi politik yang sudah di depan mata,” tuturnya.
Menjaga persatuan internal jauh lebih krusial bagi masa depan partai, dibandingkan mempertajam konflik yang tidak produktif bagi masa depan partai.
“Ya saya tidak mempermasalahkan itu ya. Sudahlah itu buat kawan-kawan saja, kawan-kawan yang hadir itu, sudah nanti kami akan komunikasi yang bagus juga dengan mereka. Tapi kami ini tetap menjaga kebersamaan untuk menghadapi Pemilu nanti,” ungkapnya (yud)












