PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras petani hingga April 2026 telah mencapai sekitar 5.100 ton atau 32 persen dari target 15.800 ton sepanjang tahun ini.
Kepala Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas cadangan pangan daerah, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan produksi akibat musim kemarau.
Menurutnya, penyerapan hasil panen dilakukan secara optimal selama musim panen agar stok di gudang tetap tersedia sebagai cadangan.
“Dengan penyerapan yang maksimal saat panen, kita memiliki cadangan jika sewaktu-waktu produksi terganggu karena faktor alam,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat, 10 April 2026.
Selain memperkuat cadangan pangan, Bulog Kalteng juga merencanakan pembangunan fasilitas pascapanen guna meningkatkan kapasitas penyimpanan. Infrastruktur tersebut akan dibangun di Kabupaten Kapuas, Barito Timur, dan Pulang Pisau.
“Fasilitas ini penting agar peningkatan penyerapan gabah dapat diimbangi dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, sehingga cadangan pangan tetap aman,” katanya.
Di sisi lain, Bulog Kalteng juga menjalankan program bantuan pangan bagi masyarakat pada 2026. Program ini menyasar sekitar 205.000 penerima di berbagai wilayah.
Bantuan yang disalurkan meliputi 4.100 ton beras dan sekitar 800.000 liter minyak goreng merek MinyaKita sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Erwin memastikan stok bantuan dalam kondisi aman dan siap didistribusikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Stok beras dan MinyaKita mencukupi. Tinggal proses penyaluran saja, dan diharapkan seluruh bantuan dapat tersalurkan hingga Mei,” pungkasnya.
(Sya'ban)












