SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal KKSS yang berlangsung di Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Minggu 12 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat perantau asal Sulawesi Selatan.
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muslih, mengatakan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Pemerintah daerah siap membangun sinergi dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk KKSS, untuk bersama-sama memajukan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Dalam hal ini, KKSS dinilai telah memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor di Kotim.
Menurutnya, keberadaan warga asal Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi kekuatan sosial, tetapi juga memiliki peran ekonomi yang cukup besar, mulai dari sektor pertanian hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Peran mereka terlihat jelas, baik dalam membuka lahan pertanian maupun meningkatkan produksi pangan di wilayah ini,” ucapnya.
Sejumlah wilayah seperti Desa Bapeang dan Desa Lempuyang di Kecamatan Teluk Sampit bahkan dikenal sebagai kawasan “Kampung Bugis”, yang mencerminkan keberhasilan para perantau dalam mengembangkan sektor pertanian.
Selain itu, keberagaman budaya yang dibawa masyarakat Sulawesi Selatan turut memperkaya khazanah lokal, termasuk melalui kuliner khas yang kini mudah ditemui di Sampit.
Dalam kesempatan tersebut, Muslih juga menyinggung pentingnya nilai budaya Siri' na Pacce sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan solidaritas.
“Nilai ini mengajarkan tentang harga diri, kejujuran, kerja keras, dan kepedulian. Ini sejalan dengan semangat kebersamaan masyarakat Kotim,” katanya.
Sementara itu, Ketua BPD KKSS Kotim, Zainuddin, menyampaikan bahwa Halal Bihalal menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antaranggota setelah perayaan Idulfitri.
“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat rasa kebersamaan di keluarga besar KKSS,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut dihadiri berbagai pihak, mulai dari anggota KKSS Kotim, perwakilan KKSS tingkat provinsi, hingga unsur pemerintah daerah dan DPRD Kotim.
Zainuddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, termasuk tokoh masyarakat dan perwakilan berbagai suku yang turut hadir.
“Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga dan seluruh anggota KKSS dapat berkontribusi sesuai bidang masing-masing,” ucapnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Sekretaris PCNU Kotim, Ustaz Abdul Hakim, yang mengajak seluruh peserta untuk menjaga ukhuwah serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan KKSS semakin erat, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kotim. (nardi)












