Sembilan Nama Masuk Bursa Ketua PKB Kotim, Muscab Zona III Jadi Ajang Penjaringan

NARDI/BERITASAMPIT - Suasana Muscab PKB Zona III digelar di Sampit Kotim.

SAMPIT – Bursa calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten (Kotim) mulai mengerucut. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) zona III yang digelar di Sampit, Selasa 14 April 2026, sebanyak sembilan nama masuk dalam penjaringan.

Ketua panitia Muscab zona III, Muhammad Abadi, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari proses awal untuk menjaring figur calon ketua DPC dari empat daerah, yakni Kotim, , , dan (Kobar).

“Hari ini kita melaksanakan Muscab zona III. Dari Kotim sendiri ada sembilan nama yang diusulkan untuk maju sebagai Ketua DPC PKB,” ujarnya.

Ia merinci, dari sembilan nama tersebut, lima di antaranya merupakan anggota DPRD kabupaten Kotim yaitu dirinya sendiri M Abadi, kemudian Muhammad Idi, Memey Wulandari, Zainuddin, dan Marudin. Kemudian Anggota DPRD Kalteng Fraksi PKB Pipit Setyorini.

Ketua DPC PKB Kotim Shohibul Hidayat juga ikut mencalonkan diri, kemudian Aswin Nur, dan Khozaini disebut masuk bursa pencalonan.

“Setelah Muscab ini, nama-nama akan disampaikan ke DPW dan diteruskan ke DPP. Selanjutnya mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK), lalu akan mengerucut,” jelasnya.

Abadi menegaskan bahwa seluruh kader yang masuk dalam bursa memiliki kapasitas dan kekuatan masing-masing. Ia pun optimistis dengan peluang dirinya dalam kontestasi tersebut.

“Kami berkomitmen memperjuangkan hak masyarakat, khususnya di sektor ekonomi, buruh, tenaga kerja, dan pertanian. Saya sendiri 99 persen yakin bisa memimpin PKB Kotim,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Kalteng, Rahmanto Muhidin, menyebut Muscab zona III merupakan rangkaian terakhir pelaksanaan Muscab di Kalteng. Ia menegaskan, agenda ini tidak hanya evaluasi kepengurusan, tetapi juga menyusun strategi besar menuju Pemilu 2029.

“Dengan Muscab ini, gerak langkah pemenangan pemilu sudah dimulai dari sekarang. PKB mempersiapkan diri untuk meraih kemenangan pada 2029,” katanya.

Menurutnya, kekuasaan bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kader, khususnya di wilayah barat Kalteng seperti Kotim, Kobar, , , dan , agar fokus pada sektor strategis seperti pertanian, perkebunan sawit, dan perikanan.

“Kader PKB harus hadir di tengah kesulitan masyarakat, baik petani yang membutuhkan pupuk dan bibit, maupun nelayan. PKB harus menjadi wadah perjuangan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, para calon ketua DPC diwajibkan menyusun proposal berisi komitmen, strategi, dan program kerja untuk membesarkan partai. Proposal tersebut nantinya menjadi kontrak kerja yang akan dievaluasi oleh DPP.

Adapun tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan UKK tahap I dan II pada 23 April 2026. Setelah itu, pengurus DPC terpilih akan dilantik secara bertepatan dengan hari ulang tahun PKB pada 22 Juli di Jakarta.

Rahmanto menambahkan, ketua DPC terpilih nantinya memiliki tugas besar, mulai dari penataan struktur organisasi, pembentukan badan otonom hingga ke tingkat , hingga menyiapkan calon untuk Pemilu 2029.

“Targetnya jelas, selain memenangkan pemilu, PKB juga harus siap menjadi bagian dalam kontestasi kepala daerah di masing-masing wilayah,” pungkasnya. (Nardi)

baca juga ...  Drainase Tertutup Bangunan, Banjir Kota Sampit Sulit Teratasi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!