PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi membuka program sekolah vokasi Diploma 1 (D1) Agroforestri pada tahun ini. Program yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) tersebut menargetkan 360 mahasiswa baru yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, Farid Wajdi, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret Gubernur Kalteng dalam memperluas lapangan kerja sekaligus mencetak tenaga terampil di sektor pertanian.
“Harapannya itu nanti kebutuhan tenaga pertanian terampil akan dipenuhi dari anak anak muda yang asli dari Kalteng,” ujar Farid Wajdi, Senin, 13 April 2026.
Farid memaparkan bahwa program ini sedang dalam tahap persiapan akhir, terutama terkait pengaturan pendanaan. Perkuliahan direncanakan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini, mengikuti kalender akademik semester ganjil.
“Ini sedang on progress. Nanti pendanaan lagi di atur dimulai pertengahan tahun ini, nanti berjalan menerima mahasiswa D1 sekolah vokasi agroforestri di UMPR,” imbuhnya.
Berbeda dengan kuliah umum, program vokasi ini menerapkan kurikulum praktis dengan komposisi 30 persen materi di kelas dan 70 persen praktik di lapangan. Dengan pola ini, mahasiswa diproyeksikan sudah mulai terlibat dalam dunia kerja meski masih berstatus aktif kuliah.
Farid menambahkan, para lulusan nantinya akan disiapkan untuk menyokong proyek strategis pertanian di Kalteng, termasuk program cetak sawah.
“Nanti pertengahan 2027 kan satu tahun, mulainya pertengahan tahun 2026. Nanti mereka ini di kelas cuma 30 persen, 70 pesen di lapangan. Jadi mereka dalam posisi masih kuliah sudah mulai bekerja,” jelasnya.
(Syauqi)












