SAMPIT – Misteri hilangnya Bendahara Desa Bandar Agung, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengundang tanda tanya besar. Pasalnya, pria berinisial AS tersebut menghilang setelah membawa uang tunai sebesar Rp1,4 miliar milik koperasi.
Keberadaan AS hingga kini belum diketahui, sementara mobil yang digunakannya ditemukan dalam kondisi rusak parah di Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kecamatan Baamang, Kamis 23 April 2026 pagi.
Mobil tersebut ditemukan terparkir di pinggir jalan dengan kaca depan pecah serta kerusakan di bagian sisi kanan. Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan AS di lokasi.
Kepala Desa Bandar Agung, Slamet Harianto, mengatakan pihaknya bersama Koperasi Harapan Makmur telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Baamang.
“Kami melapor karena yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya sejak kemarin, sementara mobilnya ditemukan dalam kondisi rusak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian, AS bersama pihak koperasi berangkat ke Sampit untuk mengambil dana Sisa Hasil Kebun (SHK) di salah satu bank. Uang tersebut rencananya akan dibagikan kepada anggota koperasi.
Namun, rombongan koperasi lebih dulu kembali ke desa pada Rabu kemarin, sementara AS tidak kunjung menyusul. Upaya menghubungi yang bersangkutan pun tidak membuahkan hasil.
Pencarian sempat dilakukan dengan kembali ke arah Sampit, hingga akhirnya mobil AS ditemukan dalam kondisi mencurigakan di pinggir jalan.
Peristiwa ini pun memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari dugaan tindak kriminal seperti perampokan hingga kemungkinan lainnya. Namun hingga kini, motif di balik kejadian tersebut masih belum diketahui.
Kapolsek Baamang Polres Kotim, Iptu Dr Helmi Hamdani, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.
“Benar kejadian tersebut. Malam ini korban membuat laporan polisi, dan untuk mobil saat ini dalam proses dibawa ke Polsek,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Mohon waktu, nanti akan kami sampaikan perkembangan selanjutnya,” singkatnya.
Pihak desa dan koperasi berharap aparat kepolisian segera mengungkap misteri ini dan menemukan keberadaan AS beserta uang yang dibawanya.
Kasus tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
(Jimmy)












