Penjelasan Kadis PUPR Mura: Jembatan Senggarahan Segera Diperbaiki, Warga Diminta Tidak Melintas

PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan perbaikan Jembatan Senggarahan atau yang dikenal juga sebagai Jembatan Angkang di Jalan Veteran akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Kepala Dinas PUPR , Paulus K. Manginte, menegaskan bahwa proses menuju perbaikan saat ini sudah berjalan melalui tahapan lelang.

“Per hari ini bisa dilihat di portal PBJ Kabupaten , sedang tayang tender fisik dan pengawasan. Ini menunjukkan bahwa proses perbaikan memang sedang berjalan,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026).

Diketahui tender fisik dan pengawasan adalah dua tahapan krusial dalam konstruksi. Tender fisik bertujuan memilih kontraktor pelaksana, sementara tender pengawasan (konsultan supervisi) memilih pengawas untuk menjamin kualitas, biaya, dan waktu proyek sesuai dokumen kontrak.

Terkait kapan di mulainya perbaikan jembatan, Kepala Dinas PUPR menjawab apabila tender ini berjalan mulus maka bisa mengenakan kontrak itu di sekitar akhir Februari atau awal Maret 2026 sudah kontrak fisik.

“Ya mudah – mudahan tidak ada kendala di proses tender itu ya, berharap diakhir Februari sudah bisa kontrak ya,” uajrnya

Paulus menyebutkan bahwa jembatan itu rusak akibat bencana alam, berupa banjir karena hujan lebat yang terjadi bulan Oktober 2025 hingga menyebabkan terjadinya pergeseran abutment sisi barat Yang menyebabkan terjadinya penurunan rangka.

Pengertiannya abutment (kepala jembatan) adalah struktur bangunan bawah yang terletak di kedua ujung jembatan, berfungsi sebagai penopang utama yang memikul beban dari struktur atas (gelagar/dek) dan menyalurkannya ke fondasi.


“Sejak saat itu menegaskan menutup jembatan itu untuk tidak di lalui oleh masyarakat kendati demikian sering dibuka oleh orang, walaupun begitu kami tutup lagi, yah masyarakat buka lagi kami tutup lagi, terakhir dibuka lagi kami tutup lagi, mudah – mudahan tidak di buka lagi ya. Padahal itu beresiko, Pertama beresiko terhadap keselamatan warga sendiri” tuturnya.

Gambaran proses perbaikan nanti Paulus K. Maginte mengatakan akan menggunakan alat bantu crane untuk menggantung kemudian didongkrak kemudian dilakukan perbaikan terhadap abutment yang mengalami kerusakan.

Sedangkan untuk rangka sepanjang jembatan yang tidak mengalami kerusakan Kepala Dinas PUPR mengatakan akan gunakan Kembali.

“Ini sudah melalui investigasi dan Analisa, jadi ada SID (Survei, Investigasi, dan Desain) dan sudah ada Detail Engineering Design (DED), karena tidak bisa kerjakan fisik dan kita bangun tanpa DED. kita laksanakan pembuatan DED di 2025, artinya tidak hanya perencanaan tapi lebih ke hitungan teknis, sehingga 2026 kita sudah lelang fisik di Januari kemarin,” ucapnya.

Adapun pengertian Detail Engineering Design adalah produk perencanaan akhir yang dibuat oleh konsultan perencana sebelum jembatan diperbaiki atau dibangun. Dokumen ini berisi gambar teknis detail, spesifikasi teknis, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).


Maka dari itu, karena untuk rangka sepanjang jembatan yang tidak mengalami kerusakan akan digunakan lagi agar tidak lebih parah kerusakan jembatannya Kepala Dinas PUPR meminta masyarakat untuk tidak melalui jembatan itu karena juga beresiko untuk saat ini terhadap keselamatan warga.

“Kalau missal terjadi pembebanan yang berlebihan menyebabkan kerusakan yang lebih parah artinya tentu akan memakan kos yang lebih besar lagi, padahal rangka itu akan kita gunakan kambali dalam melakukan perbaikan. Oleh karena itu mohon kesadaran dari semua pengguna jalan tersebut untuk tidak melalui jalan tersebut, sekaligus jangan membongkar portal yang kita buat. Karena itu demi keamanan pengendara dan demi keamanan jembatan itu sendiri,” jelasnya.

baca juga ...  Bupati Mura Hadiri Syukuran Kenaikan Pangkat Danyonif 883/TA
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!