PALANGKA RAYA – Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Siti Aseanti, menerima audiensi perwakilan serikat pekerja di Kantor DPD RI Kalteng, Palangka Raya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi bagi para pekerja, khususnya dari sektor informal dan buruh harian, terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi di lapangan.
Dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan pekerja menyampaikan keluhan terkait belum optimalnya perlindungan kerja, seperti jaminan sosial yang belum merata, upah yang tidak menentu, hingga keterbatasan akses pelatihan.
“Kami berharap ada rasa aman dalam bekerja, terutama ketika menghadapi risiko seperti sakit atau kecelakaan kerja,” ucap salah satu perwakilan pekerja.
Menanggapi hal tersebut, Siti Aseanti menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja, terutama kelompok rentan.
“Negara harus hadir, tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui perlindungan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Perlunya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi pekerja guna menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia May Day 2026 Kalteng, Bush Valentino Lambung, menilai audiensi ini sebagai momentum penting dalam menyampaikan aspirasi buruh secara langsung kepada pemangku kebijakan.
“May Day bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah dalam meningkatkan kesejahteraan buruh,” lanjutnya.
Selain itu juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai dan konstruktif.
“Kami ingin suara buruh didengar dengan cara yang santun, namun tetap kuat secara substansi, selain itu diharapkan, berbagai masukan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan pekerja di Kalimantan Tengah,” ungkapnya. (yud)












