Kebun Disatroni “Ninja Sawit”, Warga Pasir Putih Rugi Hingga Ton Buah

AHMAD/BERITASAMPIT - Kebun sawit milik Abdul Karim di KM 32 Kelurahan Pasir Putih.

SAMPIT – Aksi pencurian buah kelapa sawit kembali meresahkan warga. Salah seorang warga Kelurahan Pasir Putih, Abdul Karim, mengeluhkan kebun pribadi miliknya yang kerap dimasuki pelaku yang dikenal dengan sebutan “ninja sawit”. Kebun seluas sekitar 5 hektare miliknya yang berada di Kilometer 32 itu bahkan sudah tiga kali menjadi sasaran dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Abdul Karim menuturkan, aksi pencurian tersebut diduga dilakukan secara terorganisir. Para pelaku diduga memanfaatkan kondisi kebun yang jauh dari permukiman serta minimnya pengawasan, sehingga leluasa memanen buah tanpa sepengetahuan pemilik.

“Sudah tiga kali kejadian dalam sebulan. Kami sangat dirugikan karena hasil panen berkurang drastis,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir kerugian yang dialami cukup signifikan. Puncaknya terjadi pada April lalu, ketika hasil panen yang seharusnya mencapai sekitar 3 ton, justru hanya tersisa sekitar 400 kilogram saat dipanen.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman bagi para pemilik kebun di wilayah tersebut. Ia khawatir, jika tidak segera ditangani, aksi serupa akan terus berulang dan semakin merajalela.

Abdul Karim pun meminta perhatian serius dari pemerintah daerah untuk turun tangan mengatasi persoalan ini. Ia berharap ada langkah konkret, seperti peningkatan patroli keamanan maupun penertiban aktivitas di sekitar area perkebunan.

Selain itu, ia juga mendesak pemerintah daerah untuk menertibkan pemilik SPK yang berada di sekitar lokasi kebun. Pasalnya, ia menduga keberadaan pihak-pihak tertentu tersebut turut menjadi celah bagi praktik pencurian buah sawit yang merugikan para petani.

Lebih lanjut, ia menyebut aksi pencurian ini tidak hanya menimpa kebunnya, tetapi juga dirasakan oleh sejumlah warga lain di sekitar wilayah tersebut. Para petani sawit kini dihantui kekhawatiran serupa setiap memasuki masa panen.

Selain kerugian material, Abdul Karim menambahkan bahwa panen yang dilakukan secara sembarangan oleh pelaku juga berdampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman dan kualitas buah di masa mendatang. Ia berharap ada langkah konkret untuk menjaga keamanan kebun agar petani tidak terus dirugikan.

(ASY)

baca juga ...  Proyek Alat Berat di Kotim Jadi Sorotan, Warga Curiga Ada Kepentingan Tersembunyi dan Monopoli Penggunaan!
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!