PALANGKA RAYA – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kondisi aman untuk enam hingga tujuh hari ke depan.
Sales Area Manager Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, mengatakan stok BBM terus dipantau dan distribusi tetap berjalan secara dinamis.
“Untuk stok kami tegaskan bahwa Pertalite dan Pertamax itu tersedia dari Pertamina itu enam sampai tujuh hari ke depan,” ujarnya saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 8 Mei 2026.
Meski demikian, Donny menegaskan perhitungan stok tersebut bukan berarti pasokan akan habis setelah tujuh hari, sebab pengiriman BBM terus dilakukan secara berkala.
“Kami sampaikan kembali bahwa stok ini juga sifatnya dinamis, bukan berarti enam hari akan habis, bukan begitu,” katanya.
Sementara itu, untuk BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex, menurutnya kondisi stok berbeda dengan Pertalite dan Pertamax.
“Terkait Dexlite, Pertamina Dex, tidak serta merta sama seperti Pertalite dan Pertamax yang bertahan sampai tujuh hari ke depan itu untuk stok,” ucapnya.
Selain memastikan stok aman, Pertamina juga mengungkap penyebab antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng, termasuk Kota Palangka Raya.
Menurut Donny, antrean terjadi karena tingginya masyarakat yang melakukan pengisian BBM secara bersamaan.
“Setelah diidentifikasi mengapa antrean panjang bahwa terjadi pengisian secara bersamaan itu yang menyebabkan antrean panjang, karena banyaknya permintaan,” ujarnya.
Ia mengatakan lonjakan permintaan paling tinggi terjadi pada BBM jenis Pertamax. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menambah distribusi Pertamax sebesar 10 hingga 15 persen dari kebutuhan normal harian.
“Sebagai antisipasinya kami sudah menambahkan yaitu 10 sampai 15 persen dari khususnya kebiasaan normal khususnya di Pertamax,” katanya.
Menurutnya, tingginya konsumsi Pertamax menunjukkan animo masyarakat Kalteng terhadap BBM berkualitas cukup tinggi. “Kami lihat animo masyarakat Kalteng itu sangat membutuhkan minyak yang berkualitas yaitu Pertamax,” tuturnya.
Donny juga memastikan stok Pertalite dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. “Untuk Pertalite itu tersedia aman, jadi kami pastikan Pertalite juga aman,” tegasnya.
Ia menambahkan distribusi Pertamax saat ini ditingkatkan dari normal 150 kiloliter (KL) per hari menjadi sekitar 205 KL per hari.
“Untuk Pertamax untuk saat ini kami menambah 10 sampai 15 persen yang dimana normalnya itu 150 KL perhari, saat ini kami tambah 205 KL perhari, itu salah satu upaya kami untuk menenangkan masyarakat Kalteng karena animonya terhadap BBM Pertamax itu tinggi,” pungkasnya.
(Sya'ban)












