SAMPIT – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan stok minyak goreng subsidi merek Minyakita di pasaran mulai kembali aman setelah sebelumnya sempat terjadi pengurangan pasokan di sejumlah titik penjualan.
Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kotim Muslih mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait menyusul adanya laporan berkurangnya distribusi Minyakita di pasar tradisional.
“Kami mendapat informasi dari kawan-kawan, kemudian koordinasi dengan bagian ekonomi dan juga hasil pantauan di Pasar PPM. Memang sempat ada pengurangan pasokan, tetapi sekarang sudah mulai aman,” kata Muslih, Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, pengecekan langsung ke lapangan juga sudah dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan kondisi stok dan harga Minyakita di pasaran.
Ia menyebut kendala utama sebelumnya terjadi karena suplai minyak subsidi sempat berkurang. Namun dalam beberapa hari terakhir kondisi distribusi mulai berangsur normal.
“Kami sudah koordinasi dengan DPKP dan melakukan pengecekan di lapangan. Memang kendalanya pasokan minyak agak berkurang, tetapi beberapa hari ini sudah teratasi,” ujarnya.
Muslih menambahkan untuk harga Minyakita di pasar pantauan pemerintah masih tergolong stabil dan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Untuk harga di pasar pantauan kami masih normal, berkisar Rp15.700 sampai Rp16 ribu per liter dan itu masih dalam HET. Pemantauan dilakukan setiap hari,” jelasnya.
Terkait adanya informasi pedagang yang mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita hingga muncul dugaan adanya permainan distribusi dari agen maupun distributor, pihaknya mengaku masih melakukan penelusuran lebih lanjut.
Menurut Muslih, pemerintah daerah akan mencari tahu penyebab distribusi Minyakita yang dinilai belum berjalan maksimal meski produksi minyak berada di wilayah Kalteng.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana melakukan penelusuran langsung ke lapangan untuk mengetahui jalur distribusi Minyakita secara menyeluruh. Hasil dari penelusuran tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik.
“Kalau nanti ditemukan adanya dugaan penimbunan atau pelanggaran distribusi, tentu akan kami teruskan ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Muslih juga menjelaskan pasokan Minyakita di Kotim sebagian besar masih berasal dari Bulog, meski ada juga pedagang yang mendapatkan barang dari distributor langsung.
“Informasinya Bulog juga terbatas mendapatkan kuota Minyakita. Sebagian pedagang mendapat barang dari distributor, tetapi kebanyakan dari Bulog,” katanya.
Sementara terkait kemungkinan usulan penambahan kuota Minyakita untuk Kotim, pihaknya masih menunggu hasil penelusuran distribusi di lapangan.
“Kalau soal penambahan stok, nanti kami lihat dulu hasil penelusuran apakah produksi yang ada masih mencukupi kebutuhan masyarakat atau tidak,” tandasnya. (Nardi)












