SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat memahami prosedur pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar tidak terjadi kesalahpahaman saat pasien harus menunggu penanganan medis.
Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan mengatakan, tenaga kesehatan di IGD bekerja berdasarkan prioritas medis melalui sistem triase.
Pasien dengan kondisi paling kritis akan ditangani lebih dahulu demi menyelamatkan nyawa, sedangkan pasien dengan kondisi lebih ringan harus menunggu sesuai tingkat kegawatannya.
“Ketika ada pasien yang harus menunggu lebih lama, bukan berarti kami mengabaikan. Tenaga medis akan terlebih dahulu menangani pasien dengan kondisi paling gawat demi menyelamatkan nyawa,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menyebutkan, pemahaman masyarakat mengenai prosedur pelayanan kegawatdaruratan sangat penting agar pelayanan di rumah sakit dapat berjalan dengan baik dan kondusif.
Dalam sistem triase terdapat beberapa kategori yang menjadi acuan tenaga medis saat memberikan pelayanan kepada pasien.
Triase merah diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa dan harus segera mendapatkan tindakan medis. Beberapa kondisi yang masuk kategori tersebut di antaranya henti napas, henti jantung, penurunan kesadaran, hingga kondisi kritis lainnya.
Selanjutnya, triase kuning diberikan kepada pasien dengan kondisi serius namun belum secara langsung mengancam nyawa. Contohnya pasien dengan serangan asma, diare berat, maupun pasien yang mengalami syok.
Sementara triase hijau diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi stabil dan tidak membutuhkan penanganan segera, seperti demam ringan, batuk pilek, dan luka ringan.
Sedangkan triase hitam diberikan kepada pasien yang telah meninggal dunia atau tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan saat tiba di IGD maupun dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Selain itu, dr Iman juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang saat berada di IGD dan mempercayakan penanganan pasien kepada tenaga kesehatan yang bertugas sesuai standar medis.
“Seluruh tenaga kesehatan bekerja sesuai prioritas medis demi memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” tandasnya. (Nardi)












