PULANG PISAU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Pulang Pisau terus mengembangkan berbagai program inovasi di bidang literasi dan digitalisasi arsip guna meningkatkan minat baca masyarakat serta memperkuat pelayanan informasi publik berbasis teknologi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pulang Pisau, Sri Putri Pratiwi di Pulang Pisau, Kamis 28 Mei 2026 mengatakan, inovasi yang dikembangkan bertujuan mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya pengelolaan arsip yang tertib dan modern.
Menurutnya, salah satu program yang terus diperkuat adalah layanan perpustakaan digital dan perpustakaan keliling yang menjangkau sekolah, desa, hingga wilayah yang memiliki keterbatasan akses bahan bacaan. Langkah tersebut dilakukan agar budaya literasi dapat tumbuh merata di seluruh wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
“Kami ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan akses bacaan dan layanan informasi. Karena itu, inovasi layanan berbasis digital dan jemput bola terus kami kembangkan,” ujar, Sri Putri Pratiwi.
Selain layanan literasi, Dispursip juga mulai mengembangkan sistem digitalisasi arsip untuk membantu perangkat daerah dalam pengelolaan dokumen yang lebih tertata, aman, dan mudah diakses. Digitalisasi dinilai penting untuk mendukung efisiensi pelayanan administrasi pemerintahan di era perkembangan teknologi saat ini.
Ia menjelaskan, pihaknya juga mendorong peningkatan literasi bagi pelajar dan generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif seperti lomba literasi, kelas membaca, pojok baca kreatif, hingga pelatihan pengelolaan arsip bagi aparatur desa dan sekolah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Minat baca dan kesadaran literasi harus terus dibangun sejak dini karena itu menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan,” katanya.
Sri Putri Pratiwi berharap inovasi yang dijalankan Dispursip dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya literasi dan tertib arsip di Kabupaten Pulang Pisau. Menurutnya, perpustakaan dan arsip bukan hanya tempat penyimpanan informasi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, edukasi, dan pengembangan pengetahuan masyarakat. (denny)












