Hipertensi, Bayi Sesar hingga Muntaber Jadi Penyakit Rawat Inap Terbanyak di RSUD dr Murjani Selama 2026

IST/BERITASAMPIT - Aktivitas pelayanan di bagian depan RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT – Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyakit yang paling banyak menyebabkan pasien menjalani perawatan inap di RSUD dr Murjani Sampit selama periode Januari hingga Mei 2026. Data rumah sakit mencatat sebanyak 454 pasien dirawat akibat penyakit tersebut.

Berdasarkan laporan rekapitulasi penyakit pasien rawat inap yang disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Candra E kasus hipertensi didominasi kelompok usia di atas 50 tahun dengan 300 pasien, disusul usia 18 hingga 50 tahun sebanyak 150 pasien.

“Dari total kasus tersebut, 225 pasien berjenis kelamin laki-laki dan 229 perempuan,” ungkapnya berdasarkan data rekap, Kamis 4 Juni 2026.

Posisi kedua ditempati perawatan bayi baru lahir yang lahir melalui proses operasi sesar dengan total 421 kasus. Jumlah tersebut terdiri dari 226 bayi laki-laki dan 195 bayi perempuan.

Sementara itu, gastroenteritis dan kolitis atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai muntaber menempati urutan ketiga dengan 350 kasus. Penyakit ini paling banyak menyerang balita di bawah usia dua tahun sebanyak 185 pasien dan kelompok usia 2 hingga 17 tahun sebanyak 97 pasien. Dari total kasus tersebut, 204 pasien berjenis kelamin laki-laki dan 146 perempuan.

Di posisi keempat terdapat hiponatremia atau kondisi kekurangan kadar natrium dalam darah sebanyak 275 kasus. Penyakit ini paling banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut di atas 50 tahun dengan 171 pasien. Secara keseluruhan, terdapat 141 pasien laki-laki dan 134 pasien perempuan yang menjalani perawatan akibat kondisi tersebut.

Pneumonia atau infeksi paru-paru berada di urutan kelima dengan total 236 kasus. Sebagian besar pasien merupakan balita berusia di bawah dua tahun sebanyak 134 orang dan anak-anak usia 2 hingga 17 tahun sebanyak 75 orang. Kasus pneumonia tercatat menyerang 141 laki-laki dan 95 perempuan.

Laporan tersebut juga mencatat 225 kasus sepsis bakteri pada bayi baru lahir atau infeksi berat pada darah bayi. Seluruh pasien berada pada kelompok usia di bawah dua tahun, terdiri dari 121 bayi laki-laki dan 104 bayi perempuan.

Di urutan ketujuh terdapat dispepsia atau gangguan lambung akut sebanyak 222 kasus. Penyakit ini paling banyak dialami kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 120 pasien dan usia 18 hingga 50 tahun sebanyak 100 pasien. Dari total kasus tersebut, 92 pasien merupakan laki-laki dan 130 perempuan.

Kasus diabetes melitus tipe 2 yang telah disertai komplikasi pembuluh darah menempati posisi kedelapan dengan total 216 pasien. Sebagian besar penderita berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 135 pasien.

Selanjutnya, gangguan metabolisme protein plasma berada di urutan kesembilan dengan 207 kasus. Penyakit ini juga didominasi pasien lanjut usia dengan 124 penderita berusia di atas 50 tahun.

Sementara itu, stroke penyumbatan otak atau infark serebral menjadi penyakit kesepuluh terbanyak dengan total 189 kasus. Sebanyak 146 pasien berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun, sementara berdasarkan jenis kelamin terdapat 109 pasien laki-laki dan 80 pasien perempuan.

Selain sepuluh penyakit terbanyak tersebut, RSUD dr Murjani juga menangani 14.385 kasus penyakit lainnya selama periode Januari hingga Mei 2026. Secara keseluruhan, jumlah pasien rawat inap yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut mencapai 17.180 orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan stroke masih menjadi penyebab utama perawatan inap, namun kasus infeksi pada anak dan bayi juga tetap mendominasi layanan di RSUD dr Murjani Sampit. (Nardi)

baca juga ...  Sertijab Kepala DPKP Kotim, Permata Fitri Serahkan Tugas Kepada Yephi Hartady Periyanto
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!