SAMPIT – Aksi pecurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit atau yang biasanya disebut garong kembali menghantui petani dan perusahaan. Para pelaku yang sempat tiarap saat harga sawit ambruk kini mulai bergerak lincah seiring merangkanya harga komoditas sawit dalam beberapa hari terakhir.
Salah seorang petani di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Bantui, menyebut bahwa aksi para garong membuat resah para petani. Pihaknya mengaku harus berjaga saat malam hari.
“Kalau kebun tidak ditunggu, habis. Gigit jari saja sisanya,” kata Bantui pada Sabtu 6 Juni 2026.
Ia mengaku bahwa para petani biasanya lebih memilih untuk menginap dikebun dan meninggalkan kasur empuk rumah saat menjelang waktu panen.
“Kalau tidak begitu kita yang sakit. Bisa-bisa hanya kebagian membersihkan pelepah,” keluhnya.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasi Humas Polres Kotim, menyebut bahwa sepanjang 2026, pihaknya tengah menangani 47 kasus pencurian kelapa sawit dengan 63 orang tersangka.
“Tersangka lebih banyak daripada jumlah kasus karena biasanya aksi dilakukan secara berpasangan atau kelompok,” pungkasnya.
(Utomo)












