PALANGKA RAYA – Minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan tercatat mencapai 11.762 orang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalteng, Adiah Chandra Sari, mengatakan angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data statistik layanan perpustakaan, total akumulasi pengunjung pada lima bulan pertama tahun 2026 mencapai 11.762 orang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 jumlah kunjungan meningkat sebesar 178,65 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Saat itu, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 4.221 orang.
“Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun sebelumnya, di mana jumlah kunjungan pada Januari hingga Mei 2025 tercatat sebanyak 4.221 orang,” katanya.
Menurut Adiah, peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi dan penguatan layanan yang dilakukan Dispursip Kalteng dalam beberapa waktu terakhir.
Beberapa di antaranya melalui optimalisasi program literasi yang lebih inklusif dengan menggandeng berbagai lembaga dan komunitas literasi, promosi yang lebih aktif melalui media sosial, serta penyelenggaraan beragam kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat.
Selain itu, peningkatan kenyamanan ruang baca juga menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.
“Peningkatan jumlah pengunjung ini tidak lepas dari berbagai upaya strategis dan inovasi layanan yang terus dilakukan oleh Dispursip Kalteng. Mulai dari program literasi yang lebih inklusif hingga peningkatan kualitas ruang baca yang ramah bagi semua kalangan,” jelasnya.
Adiah mengaku mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung menjadi indikator bahwa perpustakaan semakin dibutuhkan dan diterima masyarakat.
“Kenaikan angka kunjungan ini menjadi indikator yang baik bahwa kehadiran perpustakaan semakin relevan dan diterima oleh masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen terus mengembangkan perpustakaan sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat belajar, berdiskusi, dan berkegiatan bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat atau working space yang nyaman, edukatif, dan memberdayakan,” katanya.
Ke depan, Dispursip Kalteng akan terus memperkuat ekosistem literasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas literasi, sekolah, dan perguruan tinggi.
“Ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2025-2030, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan inklusif sesuai kaidah Belom Bahadat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












