Jalan Rusak Soren Tak Kunjung Diperbaiki, Korban Terus Berjatuhan

IST/BERITASAMPIT - Seorang warga terjatuh saat melintasi jalan rusak dan berlumpur di Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten .

– Kondisi jalan rusak di Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Timur (Kotim), (Kalteng), dikeluhkan warga karena kerap menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan.

Salah seorang warga Soren, Suririn (53), mengatakan kondisi jalan yang licin dan berlumpur sering membuat pengendara sepeda motor terjatuh.

“Iya, sering warga jatuh dari sepeda motor akibat jalan licin. Jalannya hancur, jembatannya juga tidak beres. Saya sendiri sudah sekitar enam kali jatuh hingga beberapa bagian sepeda motor rusak,” ujarnya saat dihubungi Berita Sampit melalui WhatsApp, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut Suririn, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa perubahan yang signifikan.

“Puluhan tahun sudah rasanya. Dari zaman Presiden Soeharto sekitar tahun 1997 sampai sekarang, kondisi jalan tidak ada perubahan,” katanya.

Ia menuturkan kondisi jalan semakin parah saat musim hujan maupun ketika air sungai pasang.

“Banyak sekali keluhannya. Kalau air sungai pasang pasti menutup badan jalan. Kalau hujan, jalannya pasti licin. Kondisinya sangat buruk,” ucapnya.

Suririn berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan terhadap akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat.

“Itu jalan kabupaten. Memang parah jalan di tempat kami ini. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” harapnya.

Ia juga menilai Soren seolah kurang mendapat perhatian, meskipun bukan termasuk tertinggal.

“Kami menilai Soren ini seperti ditinggalkan. Dibilang tertinggal juga tidak, tetapi jalannya rusak dan rumput di sepanjang jalan juga tinggi,” tuturnya.

Suririn mengungkapkan sejumlah anggota DPRD maupun pemerintah daerah telah beberapa kali datang meninjau lokasi. Namun hingga kini, warga belum merasakan adanya perbaikan yang signifikan.

“Anggota dewan sering datang ke sini, bahkan sejak zaman Bupati Supian Hadi. Mereka hanya mendatangkan ekskavator, setelah itu ditinggalkan. Orang kampung juga tidak bisa mengoperasikannya,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Ratusan Polisi Siaga Kawal Aksi Warga Kotim Tuntut Plasma 20 Persen
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!