Penulis : Maman Wiharja (Wartawan Senior di Kalteng)
RABU,1 Juli 2026, tepat kita mengucapkan “Selamat Hari Bhayangkara Ke 80”, yang lahirnya 1 Juli 1946 di Gedung Kepatihan Solo/Surakarta. Yang sekarang jadi Balai Kota Surakarta.
Historisnya waktu itu ada sidang Kabinet Sjahrir, Presiden Soekarno memutuskan memisahkan Kepolisian dari Jawatan Kepolisian Negara, menjadi berdiri sendiri menjadi “Kepolisian Negara Republik Indonesia”.
Kenapa di Solo?, karena tahun 1946 Ibu Kota RI ada di Yogyakarta, tapi sidang kabinetnya digelar di Solo. Makanya akta kelahirannya “ditandatangani” di Solo. Nama “Bhayangkara” sendiri artinya: Bhayang (penjaga/pengawal), Kara (pembuat/pelaku). Jadi Bhayangkara (Para Penjaga/Pengawal Negara).
Pengamatan penulis maknanya cukup keren setelah punya nama “Polisi”, berarti bertugas sebagai Pengawal keamanan, Pengayom dan Pelindung rakyat.
Dan asal-usul nama “Bhayangkara”, diambil dari Pasukan Bhayangkara Majapahit Abad ke-14. Waktu itu mereka disebut juga sebagai pasukan Elite Kerajaan Majapahit, tugasnya mengawal raja dan menjaga keamanan negara dan rakyat, yang dikomandoi oleh Panglima Kerajaan yaitu bernama “GAJAH MADA”, yang terkenal dengan “Sumpah Palapanya“.
Karena Polisi punya tugas melindungi dan mengawal kedaulatan negara dan rakyat Indonesia, maka sejak 1 Juli 1946 di putuskanlah menggunakan nama “Bhayangkara”. Dan setiap 1 Juli diperingati HUT Bhayangkara.

Tahun 2026, HUT Bhayangkara ke-80, yang mempunyai slogan “Polri Presisi, Bhayangkara Sejati”. Dan dalam catatan Kepemimpinan Polri, saat dilantik menjadi Kapolri, Listyo Sigit tercatat sebagai Kapolri termuda kedua dalam sejarah (51 tahun), setelah Tito Karnavian.
Jenderal termuda tersebut, setelah dilantik sebagai Kapolri Ia memperkenalkan visi kepemimpinannya degan slogan “PRESISI” (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan) yang sampai sekarang menjadi arah kebijakan Polri di seluruh Indonesia.
Diusia “Bhayangkara” ke 80 tahun, pengamatan penulis, jajaran Polri seluruh Indonesia semakin melekat di hati rakyat. Termasuk jajaran Polres Kobar, yang dikomandoi AKBP Theodorus Priyo Santosa, sekarang nampaknya semakin menguatkan ikatan dengan masyarakat, untuk menuju “Kobar Semakin Jaya“.
Sesuai dengan amanah Kapolri, Polri diarahkan untuk lebih humanis, responsif, transparan, sekaligus tegas dalam penegakan hukum, itulah yang diterapkan kepada seluruh personilnya di 6 Polsek Wilayah Hukum Polres Kobar.
Dengan semakin menguatkan ikatan kebersamaan dengan masyarakat Kabupaten Kobar, untuk mewujudkan Kobar semakin kondusif dan sejuk dari berbagai isu negatif.
Agar penguatan semakin kuat dengan masyarat, sejak Kapolres Kobar AKBP Theodorus Priyo Santosa (Rabu, 9 April 2025 ) resmi sebagai Kapolres Kobar, dengan berbagai program kerjanya melalui seluruh personil di 6 Polsek Wilayah Hukum Kobar terus meningkatkan berbagai kigiatan khususnya yang menyentuh langsung kepada masyarakat, selain menjaga keamanan/kamtibas, juga meningkatkan sinergi dan komunsikasi dua arah dengan masyarat yang sampai sekarang nampak semakin intensif.
Dan yang namanya giat program sosial kemasyarakatan, pengamatan penulis melalui para personil Polres dan Anggota Bhayangkari, nampaknya Bak “Air DAS Arut Mengalir“, dalam artian berbagai perhatian dari Polres Kobar, sampai sekarang terus mengalir dengan ‘slow respont‘. Mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, dan bantuan Sembako, serta anjang sana ke berbagai Pondok Pesantren, Yayasan/Panti Asuhan, termasuk pertemuan/silaturahmi dengan sejumlah ormas dan perkumpulan Onjol .
Polres Kobar semakin menguatkan ikatan dengan masyarakat, karena pendekatan humanis yang di kedepankan. Dalam artian Polisi bukan hanya menjadi penegak hukum, tapi juga sahabat dan pelindung warga masyarakat dalam suka maupun duka.
Itulah, antara lain Polri di usia 80 tahun, jaran Polres Kobar semakin menguatkan ikatan dengan masyarakat Kabupaten Kobar. DIRGAHAYU BHAYANGKARA KE 80, 1 Juli 2026. (*)












