DPRD Kalteng Dorong Penguatan Arsip Sejarah Daerah

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran.

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kalteng) mendorong penguatan sistem kearsipan daerah. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga dan melestarikan sejarah Bumi Tambun Bungai bagi generasi mendatang.

​Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran menyampaikan hal itu setelah kunjungan kerja ke Jawa Tengah. Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengelolaan arsip dan dokumentasi sejarah, bertepatan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kearsipan dan Perpustakaan.

“Dari hasil kunjungan ke Jawa Tengah, ada beberapa hal yang mereka sampaikan dan bisa menjadi referensi untuk diterapkan di ,” kata Tomy, Rabu, 17 Juni.

​Menurut Tomy, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmen kuat merawat dokumen dan benda bersejarah lewat tata kelola arsip yang baik. Selain dokumen , catatan perkembangan transportasi hingga koleksi budaya terdokumentasi rapi.

​”Mereka menyimpan dan mengarsipkan berbagai sejarah daerah, misalnya perkembangan armada bus dari masa ke masa, kemudian benda-benda bersejarah seperti piringan hitam dan dokumentasi lainnya. Semua itu tetap tersusun rapi sebagai bagian dari arsip daerah,” ujarnya.

​Tomy menilai Kalteng bisa menerapkan konsep serupa dengan mengangkat kekhasan lokal, seperti sejarah transportasi sungai. Perkembangan moda transportasi air, termasuk bus air yang sempat menjadi sarana vital masyarakat, harus masuk dalam arsip sejarah daerah.

​”Kalau di Kalteng kita dikenal memiliki banyak sungai besar. Sejarah transportasi air, termasuk bus air yang pernah menjadi moda transportasi masyarakat, juga perlu didokumentasikan dan diarsipkan dengan baik,” tuturnya.

​Keberadaan arsip, Tomy melanjutkan, bukan sekadar tempat penyimpanan dokumen usang, melainkan instrumen bagi generasi muda agar memahami sejarah daerahnya.

​”Dokumentasi seperti itu sangat penting, karena anak-anak zaman sekarang belum tentu mengetahui bagaimana perkembangan transportasi maupun sejarah daerah di masa lalu. Di situlah peran kearsipan menjadi sangat penting,” katanya.

​Karena itu, Tomy mengingatkan masyarakat dan pemerintah tidak menyepelekan urusan kearsipan. Setiap berkas berkode sejarah harus dijaga keberadaannya.

​”Jangan sampai kita memandang berkas-berkas arsip sebelah mata. Arsip merupakan bagian dari sejarah dan sumber data yang sangat penting. Jika dokumen fisik sudah tidak memungkinkan disimpan, maka harus dilakukan digitalisasi agar tetap terjaga dan tidak hilang,” tegasnya.

​Ia mencontohkan berbagai penting dalam sejarah Kalteng yang wajib terekam baik sebagai bahan pembelajaran publik.

​”Jangan sampai catatan sejarah kita hilang. Berbagai penting yang pernah terjadi di daerah ini harus tetap terdokumentasi dan tersimpan dengan baik sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat ,” pungkasnya.

baca juga ...  Ekskavator Mangkrak di Kotim, Ketua DPRD Geram: Aset Miliaran Terbengkalai!

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!