Bupati Tinjau Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat di Kotim, Optimistis Digunakan Juli Ini

NARDI/BERITASAMPIT - Bupati Kotim Halikinnor meninjau langsung pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Baamang Barat Wengga Metropolitan.

SAMPIT – Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 di kawasan Perumahan Wengga Metropolitan, Baamang Barat, mendapat perhatian langsung dari Bupati (Kotim) Halikinnor.

Saat meninjau lokasi, Senin 22 Juni 2026, ia menyebut progres pembangunan Program dari Pemerintah Pusat Presiden Prabowo Subianto itu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Menurut Halikinnor, pengerjaan proyek berjalan cukup pesat karena didukung puluhan tenaga kerja yang bekerja secara bergantian selama 24 jam.

“Meski lokasinya cukup jauh, saya melihat progresnya sangat baik. Tadi disampaikan ada sekitar 65 pekerja yang dibagi dalam beberapa shift sehingga pekerjaan bisa berlangsung siang dan malam,” katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah bangunan utama seperti ruang belajar dan asrama sudah mendekati tahap akhir. Bahkan, beberapa fasilitas telah memasuki proses finishing.

Kendati demikian, masih terdapat pekerjaan penunjang yang perlu segera dibenahi, terutama akses menuju area sekolah dari Jalan Lingkar Utara. Pemerintah daerah, kata Halikinnor, akan menugaskan perangkat daerah terkait untuk mengevaluasi kondisi tersebut.

“Kita akan melihat terlebih dahulu bagian mana yang perlu ditangani agar akses menuju sekolah semakin baik,” ujarnya.

Melihat kualitas bangunan yang telah selesai dikerjakan, Halikinnor mengaku optimistis sekolah tersebut siap dipakai pada tahun ajaran baru mendatang.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain memperoleh pendidikan tanpa biaya, peserta didik juga akan tinggal di asrama yang disediakan.

“Anak-anak akan belajar, tinggal, makan, dan beraktivitas di lingkungan sekolah. Seluruh kebutuhan dasar mereka ditanggung,” ungkapnya.

Kehadiran Sekolah Rakyat akan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap memperoleh hak pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.

Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut mulai difungsikan pada pertengahan Juli 2026. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dijadwalkan dimulai pada 14 Juli, bersamaan dengan rencana pemindahan siswa dari tempat belajar sementara ke gedung baru.

Halikinnor berharap seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaat program tersebut segera dirasakan masyarakat. (Nardi)

baca juga ...  Cuaca Ekstrem Terjang Sampit, Sejumlah Pohon Tumbang dan Atap SMPN 1 Terbang ke SMPN 2
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!