PALANGKA RAYA – Rencana besar pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Pulau Kalimantan terus menunjukkan perkembangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perhubungan (Dishub Kalteng) menyatakan bahwa kajian untuk jalur kereta api rute Palangka Raya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan saat ini telah rampung diselesaikan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
​Proyek strategis ini nantinya diproyeksikan tidak hanya menghubungkan dua provinsi bertetangga tersebut, melainkan akan terhubung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
​Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kalteng, Yulindra Dedy, menjelaskan bahwa rute utama moda transportasi massal ini memang didesain menuju IKN. Namun, untuk kepastian rute antarprovinsi selanjutnya, daerah masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian.
“Nanti arahnya ke IKN, cuma jalurnya kita menunggu dari kementrian kepastiannya. Kalau yang sudah pasti Kalteng sudah selesai kajiannya Palangka Raya Banjarmasin. Trasenya, rutenya nanti arahnya ke IKN,” ujar Yulindra saat diwawancairai di Auala Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 24 Juni 2026.
Yulindra menambahkan, kajian yang dibantu oleh kementerian tersebut saat ini berfokus pada wilayah Kalteng terlebih dahulu sebelum nantinya disambungkan secara bertahap menuju wilayah Kalimantan Timur.
​”Yang kita sudah dibantu dari kementerian itu kajiannya Palangka Raya-Banjarmasin, untuk wilayah Kalteng ya, nah itu yang pasti. Kemudian nanti berlanjut di provinsi-provinsi yang lain. Nanti dari Banjarmasin ke Kaltim,” lanjutnya.
Untuk wilayah Kalteng sendiri, Yulindra memastikan jalur rel kereta api ini akan mel8ntasi beberapa kabupaten sebelum menyeberang ke Kalimantan Selatan.
​”Yang pasti yang bisa saya sampaikan yang di Kalteng saja dulu, Palangka Raya ke Banjarmasin. Jalurnya dipastikan melintasi Palangka Raya, Pulang Pisau, menuju ke Banjarmasin. Kalau dari Banjar ke IKN-nya, kita menunggu dari kementerian,” terangnya.
​Mengenai operasionalnya kelak, sarana transportasi ini direncanakan memiliki fungsi ganda (multi-purpose), yakni melayani mobilitas masyarakat sekaligus angkutan logistik. Kendati demikian, ketetapan akhir mutlak berada di tangan pemerintah pusat.
​”Mungkin di-mix ya, kombinasi antara orang dan barang, tapi nanti kan kebijakan semuanya ada di kementerian. Untuk rencana pembangunan fisik, belum bisa dipastikan, kita menunggu dari pusatlah,” ungkap Yulindra.
​Menanggapi tantangan geografis Kalimantan yang didominasi lahan gambut, Yulindra menekankan bahwa kondisi teknis di lapangan akan diselesaikan melalui tahapan analisis yang matang, termasuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Detail Engineering Design (DED).
​”Nah itu kan secara teknis kawan-kawan (tim ahli) ini yang bisa menjawab. Pasti ada kajian terkait biaya dan lain sebagainya, kemudian survei hasil lahan dan sebagainya, pasti akan disusun RAB-nya. Sekarang tinggal menyusun DED (Detail Engineering Design)-nya. Dari DED itu baru kelihatan biayanya,” pungkasnya.
(Syauqi)












