Mahasiswa Universitas Darwan Ali Dibekali Pengetahuan Investasi yang Aman

IST/BERITASAMPIT - Peserta dari Universitas Darwan Ali mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan OJK Provinsi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) di Sampit.

– Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa Universitas Darwan Ali, Kabupaten Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Road to Sosialisasi dan Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026 yang tidak hanya berfokus pada pasar modal, tetapi juga mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui target pembentukan 1.000 Single Investor Identification (SID) baru di .

Kegiatan ini mendorong peserta untuk tidak hanya memahami investasi, tetapi juga mulai memanfaatkan instrumen investasi yang legal dan diawasi.

Jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Provinsi terus meningkat dari 74.792 investor pada Januari menjadi 80.666 investor pada April 2026.

Kabupaten Timur turut berkontribusi signifikan dengan 14.146 investor atau sekitar 17,5% dari total investor di , menjadikannya sebagai daerah dengan jumlah investor terbesar kedua setelah Kota .

Namun demikian, nilai transaksi saham di masih bergerak fluktuatif, dari Rp2,05 triliun pada Januari menjadi Rp1,31 triliun pada April 2026, sehingga diperlukan penguatan literasi dan inklusi pasar modal secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan .

Sepanjang tahun 2026, OJK bersama stakeholders telah melaksanakan 17 kegiatan pasar modal yang menjangkau 5.455 peserta di 14 kabupaten/kota se-, termasuk melalui program SEPMT yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong penambahan investor ritel domestik, serta memperluas akses pendanaan melalui pasar modal bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Rektor Universitas Darwan Ali, Wendy Kesuma, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan dan investasi yang legal, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan terencana,” ucapnya.

Kepala OJK Provinsi , Primandanu Febriyan Aziz, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO (Fear of Missing Out) yang sering kali berujung pada kerugian,” tambahnya.

Bupati Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

“Sinergi antara OJK, BEI, dan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam membangun budaya investasi yang sehat dan menciptakan generasi muda yang berdaya saing,” lanjutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari para narasumber. Manajer OJK Provinsi , Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan.

Deputi Kepala BEI , Randy Perdana, memberikan terkait pasar modal dan instrumen investasi.

Sementara itu, perwakilan perusahaan sekuritas di memperkenalkan aplikasi online trading serta dasar-dasar analisis saham bagi calon investor.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko, hingga cara mengenali investasi ilegal. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan dan investasi yang aman serta produktif.

Pada kesempatan yang sama, OJK Provinsi turut menghadiri pembukaan Galeri Investasi di SMK Negeri 1 Sampit, yang merupakan Galeri Investasi ketiga yang dibentuk oleh BEI di Timur, sekaligus membahas pengembangan Galeri Investasi serta peluang kolaborasi program literasi dan inklusi keuangan antara OJK, BEI dan SMK Negeri 1 Sampit.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar modal bagi pelajar dan mendorong lahirnya generasi muda yang cakap keuangan dan melek investasi. (yud)

baca juga ...  Oknum Kepsek Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kadisdik Kalteng Janji Tindak Tegas Jika Terbukti
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!