SAMPIT – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah berharap kepengurusan baru Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Tengah dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengawal berbagai program Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang swasembada pangan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi bahan pokok.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) APPSI Kalimantan Tengah di Sampit, Senin 20 Juli 2026, yang menetapkan F.A. Prianto sebagai Ketua APPSI Kalteng periode 2026–2031.
Juliansyah mengatakan DPRD Kotim mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran APPSI di tingkat provinsi menjadi langkah positif dalam memperkuat sinergi antara pedagang pasar, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.
“Terima kasih kepada DPP APPSI yang kini telah membentuk kepengurusan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Semoga organisasi ini dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis,” ujarnya.
Juliansyah yang juga Ketua DPC Gerindra Kotim ini menilai program Presiden Prabowo, terutama di sektor ketahanan pangan, perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen. Salah satunya melalui penguatan pasar rakyat agar distribusi bahan pangan berjalan lancar dan harga kebutuhan pokok tetap stabil di masyarakat.
Juliansyah juga menyebutkan pelaksanaan panen raya serentak di Desa Lampuyang yang baru-baru ini digelar dan dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, program tersebut harus dikawal bersama agar mampu meningkatkan produksi pangan lokal.
“Program swasembada pangan harus kita dukung bersama. APPSI memiliki peran penting menjaga kelancaran distribusi dan membantu menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program-program pemerintah,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, DPRD, APPSI, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga pasokan pangan tetap terjaga, harga terkendali, dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai. (Nardi)












