PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) segera meluncurkan program magang bertajuk Kalteng Future Leader setelah membatalkan rencana merekrut 17 mahasiswa sebagai staf khusus Gubernur.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan melalui program tersebut mahasiswa dan pemuda berusia di bawah 35 tahun tetap memiliki kesempatan menyampaikan ide, aspirasi, analisis, serta masukan kepada pemerintah daerah.
“Melalui sistem yang telah disiapkan, para peserta magang dapat menyalurkan ide, aspirasi, analisis, serta saran langsung kepada pemerintah daerah,” ujarnya saat ditemui di Palangka Raya, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Reza, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menaruh perhatian besar terhadap peran pemuda dalam pembangunan daerah. Karena itu, program tersebut dirancang berjalan secara berkelanjutan hingga akhir masa kepemimpinan gubernur.
“Bahkan beliau menginginkan sampai masa akhir kepemimpinan beliau, rekan-rekan mahasiswa ini selalu kita libatkan dan mintai saran masukannya,” katanya.
Ia memastikan seluruh persiapan sistem rekrutmen telah rampung dan Pemerintah Provinsi Kalteng akan segera mengumumkan pembukaan pendaftaran program Kalteng Future Leader.
“Pemprov Kalteng akan segera mengumumkan pembukaan pendaftaran Kalteng Future Leader dalam waktu dekat,” ujarnya.
Reza menjelaskan, perubahan konsep dari staf khusus menjadi program magang dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan aspek legalitas dan struktur birokrasi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalteng telah memiliki struktur pemerintahan yang baku sehingga skema staf khusus tidak lagi digunakan.
Meski demikian, tujuan utama program tetap dipertahankan, yakni memberikan ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kemarin kan kita harus pikirkan segala sesuatunya, dasar hukum dan regulasinya. Makanya nanti terkait dengan stafsus itu namanya kita ubah menjadi Kalteng Future Leader,” pungkasnya.
(Sya'ban)












