PALANGKA RAYA – Program Diploma I (D1) Vokasi Pertanian di UMPR masih minim peminat. Hingga 5 Agustus 2026, baru 25 calon Taruna Tani yang mendaftar dari total kuota 178 peserta.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalteng, Kementerian Pertanian RI, dan UMPR.
Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 6 Agustus 2026.
Edy mengatakan program vokasi tersebut dirancang sesuai kebutuhan sektor pertanian dengan porsi praktik yang lebih besar dibandingkan teori.
“Program ini dirancang sesuai kebutuhan lapangan dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori,” ujarnya.
Selain pembelajaran teori dan praktik, peserta akan dibekali kompetensi pertanian modern, pengoperasian alat dan mesin pertanian, serta kewirausahaan.
“Peserta juga dibekali kompetensi pertanian modern, pengoperasian alat dan mesin pertanian, serta kewirausahaan agar mampu menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri,” katanya.
Edy mengungkapkan, hingga 5 Agustus 2026, jumlah pendaftar baru mencapai 25 orang atau sekitar 14 persen dari kuota 178 peserta.
Kondisi tersebut membuat Pemprov Kalteng mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk ikut memperluas sosialisasi dan menjaring calon peserta di daerah.
“Kami mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk berperan aktif menyukseskan program ini melalui sosialisasi, penjaringan calon peserta, dan dukungan pelaksanaan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap program pendidikan vokasi tersebut dapat berkembang dan mendorong sektor pertanian menjadi pilihan bagi generasi muda.
“Diharapkan program pendidikan vokasi ini terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan sektor pertanian sebagai pilihan masa depan bagi generasi muda,” tuturnya.
Pemprov Kalteng juga menyiapkan dukungan bagi peserta agar dapat mengikuti pendidikan secara optimal. Peserta memperoleh pendidikan tanpa biaya, mengikuti praktik lapangan, serta berpeluang mendapatkan insentif.
“Program ini memberi kesempatan kepada peserta untuk fokus menempuh pendidikan. Peserta memperoleh pendidikan tanpa biaya, menjalani praktik lapangan, dan berpeluang menerima insentif,” katanya.
Edy berharap program tersebut dapat mencetak petani muda yang kompeten sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan di Kalteng.
“Melalui program ini, diharapkan lahir petani muda yang kompeten, mampu meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kalteng,” pungkasnya.
Program D1 Vokasi Pertanian disiapkan mendukung optimalisasi 26.437 hektare lahan cetak sawah, dengan kuota 178 Calon Taruna Tani Huma Betang.
(Sya'ban)












