Asap Karhutla Kepung Kalteng, Syauqie Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga

IST/BERITASAMPIT - Anggota Fraksi PAN DPR RI Daerah Pemilihan , Muhammad Syauqie.

JAKARTA – Asap tebal akibat tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi ancaman serius bagi masyarakat di . Kondisi kualitas udara yang memburuk tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan .

Merespons kondisi tersebut, Anggota Fraksi PAN DPR RI Daerah Pemilihan , Muhammad Syauqie, meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penanganan Karhutla sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak asap.

Hal itu disampaikan Syauqie usai menerima audiensi Anggota DPRD Kota , Kamis 20 Agustus 2026, di ruang rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta.

Menurut Syauqie, Karhutla bukan hanya soal asap semata, tetapi juga menyangkut masyarakat dan masa depan lingkungan

“Kebakaran Hutan dan Lahan ini berdampak langsung pada dan keselamatan masyarakat seperti Infeksi Salauran Pernapasan Akut (ISPA), memperburuk asma dan penyakit paru, pneumonia, iritasi mata dan kulit, gangguan kardiovaskular serta resiko keracunan karbon monoksida,” terang Syauqie.

Ia menambahkan Asap Karhutla tidak berhenti di udara, dampaknya bisa masuk ke sekolah, tempat kerja hingga rumah warga dan merusak masyarakat

Kami juga meminta perhatian serius dari semua pihak baitu itu pemerintah, instansi terkait, masyarakat, dunia usaha dan aparat dilapangan agar bersama dapat bersinergi dan berkolaborasi secara baik dalam menangani kasus kebakaran hutan dan lahan dalam perubahan iklim ini, karena pemerintah perlu memastikan masyarakat mendapat perlindungan terutama kualitas udara memburuk akibat asap karhutla

Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut dan keselamatan masyarakat, mari kita cegah karhutla dan lindungi masyarakat,” tutup Syauqie. (BS-1)

baca juga ...  Ibadah Haji Dikelola BP Haji 2026, Kolatlena: Kemenag Harus Beri Pelayanan Haji Terbaik Tahun Ini
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!