Pemberdayaan Masyarakat, Implementasi Catur Dharma Pengabdian

SAMPIT- STKIP Muhammadiyah Sampit merupakan lembaga pendidikan yang mengelola dan mengembangkan keilmuan di bidang pendidikan dan kemasyarakatan. Sesuai dengan namanya, perguruan ini ingin menyatakan keadaan yang lebih maju, sejahtera, berkeadilan dan beradap.

Atas dasar komitmen itu, maka bidang-bidang kajian yang memiliki relevansi dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat menjadi ciri khas dari pendidikan di STKIP Muhammadiyah Sampit.

Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan(STKIP) Muhammadiyah Sampit,Apuanor, pada acara serah terima peserta KKN di aula kecamatan Kota Besi, Kamis (3/1/2019).

“Guna pemberdayaan masyarakat dan mengimplementasi catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah di bidang pengabdian masyarakat, sebanyak 65mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit harussiap dan berkomitmen mengelola dan mengembangkan keilmuan di bidang pendidikan dan kemasyarakatan melalui KKN2019 di Kecamatan Kota Besi,” katanya.

Dengan dilaksanakannya KKN ini,diharapkan dapat membawa mahasiswa kepada pengenalan, pendalaman dan pemahaman mengenai seluk beluk pendidikan dan kehidupan masyarakat . Serta dapat menumbuhkan simpati dan empati dari para mahasiswa terhadap masyarakat .

“Tentunya berawal dari tumbuhnya rasa simpati dan empati inilah selanjutnya diyakini akan mendatangkan panggilan jiwa bagi lulusan STKIP Muhammadiyah untuk mengembangkan kehidupan masyarakat melalui KKN, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN, Ajah Saputra mengatakan,peserta KKN terdiri dari 14 mahasiswa dan 51 mahasiswi. Mereka berasal dari dua program studi, yakni pendidikan ekonomi dan bimbingan konseling. Sedangkan kelurahan yang menjadi tujuan KKN adalah Kelurahan Kota Besi Hulu dan Kota Besi Hilir, Camba, Kandan masing-masing 2 kelompok 7 orang, sedangkan untuk Bajarum 1 kelompok yang diisi 9 mahasiswa.

“Masing-masing kelompok terdiri dari 7 Mahasiswa. Karena Bajarum hanya satu kelompok maka kami isi 9 mahasiswa,” katanya.

baca juga ...  Ketua DPRD Gumas Larang Coret Seragam, Ini Alasannya

Selanjutnya, selama satu bulan, yakni dari tanggal 03 Januari hingga 03 Februari, para mahasiswa ini akan melakukan pengabdian masyarakat di 5 kelurahan dan di kecamatan tersebut.

Menurutnya, semua mahasiswa terlihat bangga dan siap untukmelakukan tugas pengabdiannya didesa dengan menyaipkan beberapa program dalam rangkaian kegiatan pengadian masyarakat nantinya.

“65 peserta KKN ini adalah mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit semester VII yang telah menempuh 120 sks dan memenuhi syarat untuk mengikuti KKN. Setelah KKN nanti selanjutnya mereka juga akan mengikuti bhakti kampus,” pungkasnya.

(jun/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!