Bukan Penggunaan DD dan ADD Semerawut, H Ari Dewar Sebut Pembinaan Tidak Maksimal

SAMPIT – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) (Kotim), H Ari Dewar dengan tegas mengatakan bahwa di Kotim ini perlu pembinaan secara maksimal dalam penggunaan maupun perencanaan Dana (DD) dan Anggaran Dana (ADD) secara berkala oleh pemerintah daerah.

Menurutnya belajar dari kasus-kasus yang pernah menimpa Kepala atau perangkat sampai pada terjerat kasus korupsi merupakan pelajaran yang benar-benar harus menjadi kajian agar tidak ada lagi ikepala yang mengalami hal tersebut.

“Kita tegaskan dalam hal ini bukan berarti kasus-kasus yang terjadi merupakan kesalahan murni dari seorang kepala ataupun perangkatnya, minimnya pengawasan dan kurang maksimalnya pembinaan oleh pemerintah kita maka berdampak pada roda di itu sendiri,” ujarnya, Kamis (10/1/2019).

Ketua DPC Partai Gerindra Kotim ini juga menjelaskan seperti yang disampaikannya baru ini belum adanya yang baik dalam pengelolaan anggaran tersebut bukan berarti melakukan tindak pidana dan sebagainnya. “Kurang baiknya pengelolaan atau penggunaan yang kita maksud adalah tujuan dari penggunaannya. Kepentingan umum sudah pasti menjadi acuan, akan tetapi ada kajian-kajian yang mana program prioritas dan yang mana mendesak itu yang belum di pahami ,” imbuh Ari.

Untuk itu dia menekankan agar pemerintah daerah melalui dinas terkait memberikan pembinaan secara maksimal untuk di Kotim ini agar pembangunan yang ada dan penggunaan anggaran DD dan ADD bisa menjadi lebih baik dan berazaskan manfaat sesuai aturan perundangan yang berlaku.

“Yang kita ingin ketahui adalah upaya apa yang sudah dilakukan pemerintah daerah melalui dinas terkait selama ini dalam membina , lalu bagaimana hasilnya, bukan permasalahan penggunaan anggarannya yang salah kita bahas, akan tetapi pembinaannya yang menurut kacamata kami belum maksimal,” timpalnya.

baca juga ...  Polres Kobar Gelar Acara Millenial Road Safety Festival

Bahkan dia juga mengatakan sejauh ini yang mandiri dengan keterbatasan infrastruktur masih kebingungan menggunakan anggaran yang ada, akibat takut akan salah dalam pengelolaannya. “Hal semacam ini yang kita jaga, kenapa demikian karena nantinya anggaran yang ada bisa tidak terserap sehingga terjadi silva pada anggaran , ini juga menurut kami tidak baik bagi perkembangan itu sendiri,” tukasnya.

Lebih lanjut H.Ari Dewar mengatakan, sejak 2017 lalu sampai 2019 ini program - di Kotim ini sudah berjalan seiring dengan harapan masyarakat. Namun masih ada beberapa hal yang menurutnya harus ada campur tangan pemerintah daerah. “Terutama dalam mengarahkan mutu dan kualitas dari program yang dihasilkan tersebut serta monitoring apa yang perlu dikaji agar pembangunan jangka panjang di benar-benar berjalan dengan baik,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!