Editor : Irfan
SAMPIT – Sekertaris Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Alexius Esliter menanggapi serius terkait penyebab langka dan mahalnnya gas elpiji tabung tiga kilogram yang masih terjadi sampai saat ini.
Menurutnya, langka dan mahalnya harga gas elpiji bersubsidi ini bukan karena faktor kuota yang kurang, melainkan karena pendistribusian yang tidak tepat sasaran sehingga banyak masyarakat Kotim yang kesulitan mendapatkan elpiji tersebut.
“Kenapa saya nyatakan tidak tepat sasaran, hal pertama yang perlu kita cermati yakni perhitungan kuota berdasarkan jumlah penduduk di kotim saat ini. Nah berdasarkan hitungan tersebut tidak ada istilah kuota tidak cukup apabila didasari dengan jumlah per kepala keluarga yang benar-benar masuk dalam daftar tidak mampu ini,” ujarnya, Kamis (24/1/2019).
Selain itu, kata dia, jika pihak-pihak menyadari, baik pihak PT Pertamina, pemerintah daerah dan sebagainnya ini melihat secara teliti faktor penyebab langkanya gas subsidi tersebut adalah karena salah sasaran saja.
“Salah sasaran dalam artiannya gas tabung 3 kilo ini disuplai ke sejumlah perusahaan yang mayoritas, bukan penduduk asli Kotim dan berdomisili di Kotim, ini artinya mereka tidak terdaftar sebagai penerima gas elpiji tiga kilo ini khususnya untuk Kotim,” timpalnya.
Dalam hal ini, legislator PDI Perjuangan ini mengharapkan agar pemerintah daerah termasuk pihak dan PT Pertamina termasuk Dinas Pasar memperhatikan hal ini dengan cara berkoordinasi dengan pihak Dukcapil.
“Saya rasa masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu yakni siapa warga atau masyarakat yang benar-benar berhak menerima tabung gas elpiji ini, karena itulah akar permasalahannya,” tutup Alex.
(drm/beritasampit.co.id)












