Editor : Maulana Kawit
SAMPIT – Dinas LIngkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin TImur (Kotim) rencananya akan menyulap lapangan SMPN 3 Sampit menjadi depo sampah terbesar dan ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Baamang. Pembangunan diperkirakan pada tahun ini.
Kepala DLH Kabupaten Kotim melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Berbahaya dan Beracun Gatot Ismutarto mengatakan, rencana tersebut sudah ditandatangani Bupati Kotim bahkan pembangunan direncanakan hingga 2020 mendatang.
“Kenapa di lapangan sepak bola SMPN 3 Sampit. Sebab, lapangan sepak bola itu aset pemerintah daerah dan rencana pembangunan depo sampah itu sudah ditandatangani bupati,” ucapnya pada acara sosialisasi rencana pembangunan depo sampah dan RTH di lapangan SMPN 3 Sampit di Kecamatan Baamang, Selasa (26/2/2019).
Lapangan sepak bola SMPN 3 Sampit hingga ini masih dijadikan masyarakat sebagai pasar malam yang buka setiap malam minggu. Sedangkan kontribusi pasar untuk daerah belum ada.
Hal inilah, menjadi alasan kuat pemerintah daerah agar lapangan yang ada sejak tahun 1996 silam akan dibangun depo sampah dan RTH. Disamping itu, lapangan tersebut milik aset daerah.
Selain dibangun depo sampah, lanjut Gatot, disekitar dilokasi juga akan dibangun RTH misalnya taman bermain anak, sarana olahraga seperti basket dan skateboard, serta wifi gratis. “Kami menyadari akan ada pro dan kontra. Semua masukan kami sampaikan kepada kepala dinas untuk jadi bahan pertimbangan,” tegas Gatot.
Kepala SMPN 3 Sampit Hj Siti Hatijah mengapresiasi rencana pemerintah daerah membangun depo sampah dan RTH. Hanya saja, pihaknya menginginkan agar diberikan jalan masuk ke sekolah. Sebab, wajah sekolah akan dialihkan ke Jalan Christopel Mihing.
“Rencananya wajah sekolah akan kami alihkan ke semula yakni ke Jalan Christopel Mihing. Sebab, wajah sekolah yang ada berada di dalam gang,” saran mantan Kepala SMPN 4 Sampit ini.
(Ari/beritasampit.co.di)












