Editor: A Uga Gara
SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mendeklarasikan stop kantong plastik atau berhenti menggunakan kantong plastik dengan beralih menggunakan tas ramah lingkungan berbasis kearifan lokal.
Ahmadi mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara urutan ke-2 penyumbang sampah plastik setelah Cina kurang lebih 1,29 juta ton sampah dibuang kelingkungan. Pemerinta melalui kementerian dan lembaga terkait terus berupaya dan bersinergi agar target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen tercapai pada 2025.
“Kita deklarasikan stop kantong plastil ini harapannya, masyarakat dapat beralih menggunakan tas ramah lingkungan kalau khas Sukamara itu ada tas purun,” kata Ahmadi, Selasa (27/2/2019).
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan bahwa kampanye penggunaan tas ramah lingkungan telah dilakukan oleh Ibu-ibu Bhayangkari Sukamara dengan membagi-bagikan tas purun ke masyarakat.
“Salah satu kampanye stop penggunaan kantong plastik adalah membagikan tas purun, selain kita bagikan saat peringatan HPSN 2019, juga telah dilakukan oleh ibu-ibu Bhayangkari Sukamara yang tujuannya agar masyarakat belanja ke pasar membawa tas purun ini dan tidak lagi menggunakan kantong plastik,” tukas Rendy.
(enn/beritasampit.co.id)












