Editor: A Uga Gara
SAMPIT – Petani padi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebelumnya hanya mampu panen dalam satu tahun hanya dua kali. Sekarang, mereka sudah bisa panen tiga kali dalam satu tahun.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotim, I Made Dikantara mengatakan, petani padi sekarang tidak hanya mengandalkan benih padi varietas siam epang yang menjadi produk unggulan.
“Kalau varietas siam epang produksinya dalam satu tahun hanya dua kali. Kalau menggunakan varietas padi unggulan lain bisa sampai tiga kali panen dalam satu tahun,” ujar I Made Dikantara, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (6/3/2019).
Adapun varietas padi unggulan lain seperti, ciherang, situ bagendit maupun infara 1-6. Varietas tersebut, menurutnya, usia panen paling lama tiga bulan.
“Jadi, sekarang ini petani padi di Kotim saat menanam padi ada yang menggunakan varietas padi unggul nasional usia tiga bulan sudah bisa dipanen. Namun, tidak semua petani padi menggunakan varietas padi tersebut,” tegas I Made Dikantara.
Mengenai bibit padi unggulan lain, lanjutnya, Dinas Pertanian Kabupaten Kotim yang menyediakan. Bibit-bibit tersebut diserahkan kepada kelompok-kelompok tani yang sudah terdaftar di dinas untuk didistribusikan kembali kepada anggota kelompok tani.
“Selain usia panen lebih cepat juga dari segi harga jual masih lebih tinggi varietas siam epang. Yang membedakan hanya usia panen,” tandasnya.
(arifin/beritasampit.co.id)












