Editor: Irfan
KUALA KURUN – Jembatan penghubung antara Desa Tewang Pajangan dan Tumbang Miwan, Kecamatan Kurun ambruk sehingga mengakibatkan akses penghubung tersebut putus.
Putusnya jembatan Sei Rawi II sejak awal tahun 2107 lalu. Akibatnya, akses masyarakat khususnya pelajar terganggu. Hingga kini, belum ada perbaikan oleh pemerintah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gumas Champili mengatakan, keberadaan jembatan Sei Rawi II merupakan akses terdekat bagi masyarakat Desa Tumbang Miwan ke Tumbang Pajangan.
“Jembatan itu terbuat dari material kayu, panjangnya sekitar 20 meter dengan lebar empat meter. Dampak putusnya jembatan itu sangat dirasakan para pelajar dari Desa Tumbang Miwan, sebab sekolahnya berada di Desa Tumbang Pajangan,” ungkapnya, Jumat (8/3/2019).
Akibat putusnya akses tersebut, masyarakat di dua desa tersebut terpaksa mengandalkan Jembatan Sei Rawi I yang lumayan jauh.
“Lokasinya sekitar 500 meter dari Jembatan Sei Rawi II, tapi harus memutar ke jalan trans. Sehingga yang semestinya perjalanan ditempuh lima menit, akhirnya jadi lebih lama,” sebut Champili.
Menurutnya, dalam waktu dekat jembatan ambruk itu bakal segera diperbaiki melalui dana aspirasi salah satu anggota DPRD Gunung Mas sebesar Rp 165 juta. Kemudian ditambah dana swakelola milik Dinas PU Gunung Mas untuk membantu renovasi jembatan.
“Nanti akan dibangun dengan material kayu, lebarnya cuma dua meter saja. Artinya peruntukannya khusus bagi para pelajar dan angkutan kecil. Semoga nantinya anak sekolahan tidak lagi harus memutar ke jalan raya,” harapnya.
(adn/beritasampit.co.id)












