Editor : Maulana Kawit
PALANGKA RAYA – Luasnya Provinsi kalimantan Tengah dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah seharusnya bisa membuat masyarakat Kalteng sejahtera.
Namun pada kenyataan masih banyak masyarakat Kalteng yang memiliki luas satu setengah kali pulau jawa ini, belum merasakan kesejahteraan, inilah yang disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, saat membuka rapat kerja daerah (RAKERDA) Dewan Adat Daerah (DAD) Provinsi Kalteng di istana Isen Mulang Palangka Raya. Minggu, 10/03/2019.
“Hanya segilintir masyarakat dayak yang menikmati hasil kekayaan alam, ini bukan disebabkan orang dayak malas bekerja, melainkan karena kurangnya rasa persatuan dan kekompakan antara masyarakat dayak sehingga mudahnya orang luar yang mengeruk kekayaan dibumi tambun bungai,” ujar Gubernur.
Selanjutnya, orang nomor satu di Kalteng ini meminta kepada seluruh elemen masyarakat dayak untuk bersama sama menjaga dan bersatu demi kesajehteraan masyarakat.
“Sehingga tidak ada lagi istilah kalau masyarakat dayak seperti tikus yang mati kelaparan didalam lumbung padi, dan pemerintah provinsi siap memberikan dukungan baik secara finansial ataupun kebijakan kebijakan yang membela kepentingan dan kesejahteraan masyarakat dayak,” pungkas Gubernur dihadapan peserta RAKERDA Dewan Adat Daerah (DAD) Provinsi Kalteng.
(aul/beritasampit.co.id)












