Editor : Maulana Kawit
SAMPIT – Memasuki hari kedua pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) jenjang SMA/MA di Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak semua ujian berjalan mulus. Pasalnya, terjadinya gangguan pemadaman listrik.
“Pada sesi pertama ujian berbasis komputer mengalami kendala karena kena giliran perbaikan jaringan listrik khususnya di Kecamatan MHS, Samuda,” ucap Kepala SMAN 1 MHS Samuda Fathurrahman disela-sela memantau ujian, Sabtu (16/3/2019).
Di Kecamatan MHS Samuda ada tiga sekolah yang menyelenggarakan USBN-BK yakni, SMAN 1 MHS Samuda, MA Sabilal Muhtadin Samuda dan SMA IT Almadaniyah Samuda. Ketiga sekolah tersebut terpaksa menggunakan generator set (genset) untuk menyalakan komputer.
“Kalau peserta yang menggunakan HP android tidak ada masalah. Yang jadi kendala itu yang menggunakan komputer mati komputer karena menggunakan jaringan listrik,” ujar Fathur.
Meskipun jaringan listrik pada sesi pertama mengalami kendala, lanjutnya, pihak PLN ranting Samuda tetap bertanggungjawab. Pihak PLN membantu menyediakan genset tambahan agar komputer mampu untuk dioperasionalkan.
Sebelum dilakukan pemadaman bergilir karena ada perbaikan jaringan listrik, lanjut Fathur, sudah ada pemberitahuan dari pihak PLN.
“Kami tetap bersyukur hanya sesi pertama yang mengalami gangguan. Kami harapkan untuk ujian selanjutnya tidak ada gangguan pemadaman listrik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Asyari menegaskan, pemadaman listrik tidak mengganggu pengiriman data hasil jawaban siswa. Alasannya, hanya menggunakan server lokal ditiap sekolah di satuan pendidikan.
(arifin/beritasampit.coid)












