Editor: Akhiruddin
PANGKALAN BUN,- Daerah Aliran Sungai (DAS) Kumai Kabupaten Kobar, salah satu sungai yang cukup besar dan alur sungainya menjadi lalulintas yang cukup ramai baik oleh kapal kecil maupun kapal besar. Bahkan tidak sedikit, kapal-kapal klotok yang lalu-lalang untuk mancing atau menjaring ikan dan udang.
“Itulah keberadaan DAS Kumai, dari arah pantai Kubu sampai ke Pelabuhan Panglima Utar, nampaknya tidak pernah tidur karena ramai oleh lalulintas kapal. Untuk itulah kami menghimbau kepada masyarakat nelayan dan masyarakat pemilik kapal angkutan lokal barang, untuk selalu kompak saling mengingatkan dan mengawasi,” kata Kasat Polair Polres Kobar IPTU Herbet P Simanjuntak SH, Minggu malam (31/3/2019) saat dikonfirmasi beritasampit, melalui telephon selulernya.
Dijelaskan Herbet, masyarakat nelayan kalau melihat ada seseorang nelayan sendirian membawa kapal klotok misal untuk menjaring ikan/udang kemuara. “Bila perlu tegurlah mereka, untuk tidak melaut sendirian,” tegas Herbet.
Menurut Herbet, saat Giat Sitkamtibmas kebetulan ada laporan nelayan yang tenggelam. Maka anggotanya dibagi dua, sebagian melakukan pencarian nelayan yang tenggelam dan sebagian lagi melaksanakan Giat Sitkamtibmas.
Giat Sitkamtibmas, lanjut Herbet, antara lain melaksanakan kegiatan Quick Wins yang merupakan Program besutan Kapolri “Promoter” terhadap masyarakat di Pesisir dan DAS Kumai, Arut, Lamandau dan sekitarnya .
“Kegiatan yang dilaksanakan meliputi, Sambang Polmas Perairan, Sosialisasi dan Penyuluhan tentang Radikalisme dan Anti Pancasila, Bela Negara, Narkoba, Illegal Fishing, Karhutla, Illegal logging, Pam dan Anti Hoax,” terang Herbet. (Man)












