Memprihatinkan, Anak Hanjalipan “Terpaksa” Sekolah Menyeberang Sungai

Editor: A Uga Gara

SAMPIT – Sekitar 50 anak Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Timur (Kotim), terpaksa sekolah dengan cara menyeberang sungai menggunakan kelotok. Pasalnya, di tersebut belum ada Sekolah Menengah Pertama (SMP) sehingga, harus ke sekolah yang ada di kecamatan tetangga.

Camat Kota Besi Ninuk Muji Rahayu mengatakan, sebenarnya SMP satu atap Hanjalipan ada, hanya saja masuk dalam wilayah Tehang Kecamatan Parenggean.

“Untuk mencapai ke sekolah tersebut harus menyeberang sungai mentaya karena tidak ada jalur darat,” ucapnya pada acara sosialisasi program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim di Kecamatan Kota Besi yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Kota Besi, Sabtu (13/4/2019).

Yang lebih memprihatinkan, lanjut Ninuk, ketika musim penghujan. anak akan kehujanan karena kelotok yang digunakan tidak beratap.

“Kalau hujan pasti terkendala karena kelotok jenis mesin ces tidak ada atap sehingga, akan kehujanan,” ujarnya lirih.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar Hanjalipan memiliki SMP tersendiri, supaya anak-anak dan sekitarnya bisa bersekolah dengan aman dan nyaman.

“Mengenai tanah hibah menurut informasi dari kepala sudah tersedia. Bahkan, usulan pembangunan SMP satu atap di Hanjalipan sudah masuk musrenbang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim Suparmadi menegaskan, pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi harapan warga Hanjalipan.

“Aspirasi warga Hanjalipan ini akan diupayakan dan disampaikan kepada Bupati Kotim tidak hanya berdirinya SMP bahkan pembangunan rumah dinas guru,” ujarnya.

(arifin/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Rus'ansya Resmi Nahkodai BKPRMI Kalteng Hingga 2023
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!