Editor: Akhiruddin
PALANGKA RAYA – Kasus Kecelakaan Lalulitas (Lakalantas) yang menewaskan tiga mahasiwa Universitas Palangka Raya (UPR), terus berlanjut. Sebagai bentuk solidaritas, ribuan mahasiwa UPR sempat melakukan aksi bakar lilin di lokasi lejadian yakni di Jl Yos Sudarso Kota Palangka Raya, Kamis 25 April 2019.
Aksi bakar lilin tersebut sebagai bentuk berduka para mahasiswa atas tragedi yang merenggut nyawa tiga rekannya. Dalam aksinya, para mahasiswa menuntut kepolisian transparan dalam mengusut kasus lakalantas yang melibatkan oknum perwira polisi tersebut.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak kepada kepolisian untuk menetapkan tersangka dalam kasus lakalantas maut itu.
“Kita meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan memproses dengan hukum kasus ini dengan cepat dan transparan. Kami meminta pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional, meminta pihak kepolisian untuk menetapkan terduga menjadi tersangka,” ucap Maruk P Gaol Koordinator aksi saat memimpin aksi.
Sementara itu Wakil Presiden Mahasiswa UPR, Wawan Nofardo mengatakan kalau tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pihak kepolisian, maka UPR akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar.
“Kita akan turunkan 18.000 mahasiswa ke jalan bila tuntutan kita tidak dipenuhi. Kita akan kuning kan Polda Kalteng dan Polres Palangka Raya untuk meminta keadilan bagi rekan kami yang sudah jadi korban,” ujar Wawan yang disambut riuh ribuan mahasiswa yang hadir.
Pernyataan sikap yang dilakukan Mahasiswa UPR ini juga segera diviralkan oleh semua peserta aksi yang hadir dan mereka juga akan melakukan upaya upaya agar kasus ini menjadi perhatian. (aul/berita sampit.co.id)












