Editor: A Uga Gara
SAMPIT – Memasuki bulan suci Ramadan 1441 Hijriyah para emak-emak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memadati pasar tradisional. Mereka rata-rata mencari lauk-pauk untuk persiapan sahur nantinya. Salah satunya, memburu daging ayam kampung.
Pantauan beritasampit.co.id terutama di Pusat Pangkalan Ikan (PPI) Mentaya. Sejak pagi sudah dipadati pembeli. Ada yang membeli ikan segar, sayur mayur, bumbu dapur maupun daging ayam.
“Sekarang harga daging ayam kampung mahal, ada yang harga Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu perkilo. Sebelumnya cuma Rp38 ribu perkilo,” ujar Niah, pembeli daging ayam, Minggu (5/5/2019).
Sementata itu, penjual daging ayam PPI Mentaya, Lili Handayani membenarkan bahwa pembeli banyak memilih daging ayam.
“Antara daging ayam kampung dan ayam ras. Lebih laris ayam kampung,” ujar ibu berkerudung ini.
Mengenai harga ayam kampung mahal, Lili mengungkapkan, para penjual rata-rata membeli dengan pengepul dan bukan hasil peliharaan sendiri.
“Harga dari pengepul sudah mahal. Jadi, kami juga jual dengan harga mahal walaupun padahal untungnya sedikit,” katanya.
Ditempat terpisah, Salim pemelihara ayam kampung mengatakan, sudah beberapa hari banyak yang mencari ayam untuk dibeli bahkan ayam masih hidup.
“Banyak yang pesan ayam kampung. Katanya untuk persiapan bulan puasa,” ujar pria asal Baamang Hulu ini.
Terkait harga jual ayam kampung yang masih hidup, tambah Salim, paling mahal Rp 45 ribu perkilo.
(ifin/beritasampit.co.id)












