Editor : Maulana Kawit
PALANGKA RAYA – Peningkatan mutu pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas nampaknya belum berlaku untuk pendidikan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kota Palangka Raya.
Ini terlihat dari tidak adanya anggaran pengadaan komputer untuk bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena sejak 2017 SLTP khususnya Negeri yang ada di Palangka Raya harus mengeluarkan surat edaran peminjaman laptop dengan orang tua murid.
Hal ini juga diaminkan oleh Kepala Bidang Pengembangan SLTP Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Rudi Listanto saat ditemui Berita Sampit diruang kerjanya.
“Untuk Tahun 2019 ada 4.664 siswa dari 61 SLTP dam MTSN yang ada di kota Palangka Raya yang akan melaksanakan UNBK dan kita persilahkan pihak sekolah untuk melakukan peminjaman laptop dengan orang tua murid, kalau berharap dari sekolah yang menyediakan saya rasa pihak sekolah khususnya negeri tidak bisa menyediakan 100 Komputer untuk satu sesi ujian,” jelasnya.
Rudi juga menambahkan bantuan dari Pemerintah hanya 20 unit saja, makanya ada sekolah yang terpaksa nebeng dengan sekolah lain, seperti SMPN 2 Palangka Raya yang melaksanakan UNBK di SMK 2 Palangka Raya.
“Kita sudah pernah ajukan masalah pengadaan ini ke Dewan namun karna minim anggaran terpaksa dilakukan dengan cara ini,” tutup Rudi.
(aul/berita sampit.co.id)












