Editor: A Uga Gara
SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi mengingatkan kembali kepada seluruh Kepala Desa (Kades) untuk taat aturan. Apabila melanggar aturan, srperti jarang turun ke kantor siap-siap dapat teguran keras.
“Saya tidak mau lagi mendengar kades jarang dikantor,” ucap Supian pada acara pelantikan kepala sekolah hasil pilkades serentak tahun 2018 digedung serba guna, Sampit, Senin (25/2/2019).
Disamping itu, Supian juga menyarankan agar kades sering-sering melakukan musyawarah dengan warga desa. Alasannya, membangun desa merupakan keputusan bersama dan bukan hanya dari kelompok atau golongan tertentu guna mencapai pembangunan desa yang adil, makmur dan merata.
“Kades harus bisa menjalankan amanahnya dengan baik sesuaikan dengan janji politik yang pernah disampaikan pada saat pencalonan. Libatkan warga desa maupun BPD untuk merumuskan bagaimana membangun desa ke depannya agar lebih baik lagi,” tegas orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini.
Selain itu, Supian juga mengharapkan kepada seluruh kades baik yang baru dilantik maupun yang sudah definitif agar transparan dalam menggunakan dana desa, bukan ditutup-tutupi.
“Dalam menggunakan dana desa harus transparan agar warga desa mengetahui apa saja pembangunan didesanya masing-masing. Disamping itu, berhati-hati dalam menentukan kebijakan jangan sampai bertentangan dengan hukum,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2018 Halikinoor menyampaikan ada 48 desa dari 16 kecamatan yang menyelenggarakan pilkades serentak.
Selama pelaksanaan pilkades, tambahnya, tidak ada laporan kecurangan dari calon kades yang merasa dirugikan sehingga, berdampak gagalnya proses pemilihan.
“Tidak ada laporan kecurangan, semua berjalan sukses dan lancar,” ujar Halikin yang juga menjabat Sekda Kotim ini.
(ari/beritasampit.co.id)












