Gelar Ritual Adat Balian ‘Pakanan Sahut Lewu' Selama Tiga Hari

KUALA – Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan (Disbudpora) menyelenggarakan acara Ritual Adat Balian ‘Pakanan Sahut Lewu' yang dibawakan oleh Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan, bertempat di Balai Basarah Panampung Penyang, Jalan Melati Kota Kuala , Senin (18/3/2019) sore.

Ritual adat tersebut digelar dalam rangkaian memperingati Hari Jadi ke- 213 Kota Kuala dan Hari Ulang Tahun ke- 68 Pemerintah Kabupaten yang jatuh pada tanggal 21 Maret.

Wakil Bupati HM Nafiah Ibnor yang membuka acara dengan ditandai dengan pemukulan katambung tersebut mengatakan, pihaknya memberikan dukungan dan menyambut baik terlaksananya acara adat ritual dan budaya yang dilaksanakan setiap tahun.

Sambung dia, hal itu sejalan dengan visi dan salah satu misi Pemkab yaitu meningkatkan pembinaan kegiatan kepemudaan, kepramukaan, , seni budaya serta pengembangan pariwisata.

“Melalui kegiatan ritual adat Pakanan Sahut Lewu seperti ini dapat melestarikan nilai-nilai budaya dan bangsanya. Harapan saya seni dan budaya harus kita jaga, lestarikan dan diperkenalkan di lingkungan pelajar, mahasiswa dan masyarakat sehingga menjadi potensi kebudayaan dan pariwisata daerah sebagai salah satu subjek budaya yang diminati,” ucap Nafiah.

Sementara itu, Safuani selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, acara ritual tersebut dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 18 sampai dengan 21 maret 2019 dengan rangkaian acara adat salah satunya Balian, Memapas Lewu, Laluhan dan Ngarunya.

Di tempat yang sama, Sulatin selaku Tokoh Agama Hindu Kaharingan Kabupaten menjelaskan ritual tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Pemkab sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan masyarakat dapat hidup tentram, jauh dari marabahaya, sejahtera, rukun dan damai.

baca juga ...  Giliran Ketua DPRD Kota Puji Sosok Fairid Naparin, Seperti Apa Pandangan Sigit?

(irfan/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!