Editor: Irfan
KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan meyakini bahwa di tengah kondisi kebijakan perdagangan rotan saat ini, dimana pengembangan rotan juga menyentuh masalah perlindungan ekosistem lingkungan dan pemanfaatan hutan secara lestari yang telah dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi disetiap petani rotan.
Oleh karenanya Pemkab Katingan menyambut baik upaya dari pihak lain seperti WWF Indonesia dan lembaga NGO lain yang menjadi mitra pemerintah dalam membantu pengembangan produk rotan dengan penanganan hulu dan hilir.
Demikian sambutan Bupati Katingan Sakariyas SE yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Katingan Ir Ahmad Rubama, pada pelaksanaan perkumpulan tahunan petani rotan Katingan, di aula Bappelitbang setempat, Selasa (23/4/2019).
“Dengan berjalannya program dari WWF Indonesia. Pemerintah Kabupaten Katingan akan memajukan strategi dan rencana aksi dalam pengembangan potensi rota yang Iebih baik dan pengelolaan yang berketanjutan. tidak hanya ditinjau dari aspek tata kelola yang Iestari, namun juga aspek lain seperti peningkatan kapasitas petani dan pengrajin, serta memperkuat tata niaga produk rotan,” ujar Rubama.
Menurutnya, terkait dengan tujuan dengan ini, WWF Indonesia mencoba menjembatani produk rotan masyarakat katingan dengan pasar konsumen rotan yang ada di Indonesia.
Dimana salah satu persyaratannya adalah rotan-rotan yang berasal dari Katingan mesti dikelola dengan sistem yang bertanggungjawab dan lestari serta mampu ditelusuri asal usulnya. Sebab, komoditi rotan juga merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Dayak di Katingan karena secara sosial kultural rotan digunakan di kehidupan sehari hari dan telah dibudayakan sejak ratusan tahun lalu.
Dalam komponen pengembangan produk ada beberapa hal prioritas penangganannya, yakni jaminan bahan baku yang berkelanjutan, pengembangan dan kelembagaan, sumber daya manusia, dan hal yang sangat penting adalah pemasaran dan media promosi.
“Kami harapkan dengan adanya pertemuan tahunan petani rotan dapat memberikan pengalaman dan pengatahuan untuk seluruh peserta pelatihan serta mampu menerapkannya di kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan perekonomian rumah tangga,” katanya.
(ar/beritasampit.co.id)












