BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan Pulau Kalimantan agar dipilih sebagai alternatif Ibu Kota Negara.
Hal itu disampaikan saat menanggapi wacana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta, yang dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo dan saat ini rencana tersebut mulai dimatangkan oleh pihak Istana Negara.
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengungkapkan, dari segi kebencanaan, Pulau Kalimantan mempunyai potensi yang kecil terdampak bencana jika dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia.
Dari total luas Pulau Kalimantan, hanya bagian timur saja yang dikelilingi sesar aktif. Yakni, sesar Tarakan, sesar Mangkalihat dan Sesar Meratus di sisi selatan.
“Ada sesar aktif tapi itu jauh letaknya. Dan kalaupun ada gempa kecil kemungkinan dampaknya,” kata Doni ketika berkunjung di Malang Jawa Timur, Senin (29/4/2019).
Letjen TNI Doni Monardo menambahkan, wilayah paling aman di Pulau Kalimantan yakni Kalimantan Tengah (Kalteng).
Di wilayah tersebut, belum ditemukan jejak gempa yang cukup parah, seperti di wilayah lain seperti di Sumatera, Sulawesi dan Jawa.
“Kalimantan Tengah itu relatif aman lah,” bebernya.
Kendati demikian, Letjen TNI Doni Monardo menimpali, bahwa potensi kebakaran hutan di Kalimantan cukup tinggi.
Pasalnya pada bulan Agustus 2018, tercatat empat orang tewas akibat kebakaran hutan.
Secara akumulatif sejak Januari hingga September 2018, lahan hutan yang terbakar di Kalimantan Selatan mencapai 1.476 hektare.
“Dari bencana alam mungkin engga, tapi kebakaran hutan disana cukup tinggi,” katanya.
Untuk diketahui, Presiden Jokowi sedang menekankan perwujudan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta.
Pada rapat terbatas kabinet yang digelar Senin (29/4) pagi tadi, Jokowi bahkan mempersilakan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro untuk memaparkan kajiannya soal pemindahan ibu kota negara ini.












