September 2019 terjadi Inflasi di 0,05%, di Sampit Deflasi 0,26%

-Badan Pusat Statistik atau BPS , Selasa (1/10/2019) merilis, dari 82 kota pantauan indek harga konsumen atau IHK , 12 mengalami inflasi dan 70 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh (0,91 persen) dan deflasi tertinggi di Sibolga (1,94 persen).

menempati peringkat ke-10 kota inflasi tertinggi di tingkat dan Sampit menempati peringkat ke-41 kota deflasi tertinggi di tingkat ,” papar BPS dilansir dari kalteng.bps.go.id, Rabu (2/10/2019).

Menurut BPS , inflasi di (0,05 persen) dipengaruhi oleh naiknya indeks harga kelompok sandang (1,28 persen) serta pendidikan, rekreasi dan olah raga (0,56 persen).

Deflasi di Sampit (0,26 persen) dipengaruhi oleh turunnya indeks harga kelompok bahan makanan (1,37 persen) serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,18 persen).

Berdasarkan dua kota acuan ( dan Sampit), Provinsi mengalami deflasi (0,07 persen), yang diikuti oleh laju inflasi tahun kalender (0,90 persen) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (2,27 persen) cukup rendah.

“Komponen harga bergejolak (volatile foods) menjadi pendorong terjadinya deflasi di Sampit, sedangkan komponen inti (core in flation) menjadi pendorong terjadinya inflasi di ,” jelas BPS.

(gra/beritasampit.co.id)

baca juga ...  BPS: Kesetaraan Gender Merupakan Target Penting dalam Pembangunan Manusia
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer
error: Content is protected !!