PALANGKA RAYA – Pemerintah Kabupaten Lamandau meminta dukungan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui APBD 2025 untuk pembangunan infrastruktur di Desa Beruta.
Hal ini disampaikan oleh Juru bicara reses DPRD Kalteng Dapil III, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara. Bryan menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, khususnya di Kabupaten Lamandau.
Bryan menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat Desa Beruta fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur guna mendukung aksesibilitas menuju kawasan pangan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, kawasan eks transmigrasi, destinasi wisata, dan pusat perekonomian.
“Contoh pembangunan Jalan Beruta-Bukit Jaya-Pedongatan sepanjang 19 Km, pernah dibangun oleh pemerintah provinsi tahun anggaran 2019 hanya 3 Km,” ujar Bryan.
Bryan melanjutkan, usulan yang sangat prioritas dan sangat perlu perhatian dari pemerintah di Desa Beruta yaitu plang rambu-rambu lalulintas di simpang 4 arah Sumber Cahaya, Palikodan arah Simpang Sepaku dan arah Kantor Desa.
“Pembuatan drainase atau siring dari Kantor Desa ke arah Simpang 4 Beruta kurang lebih 3.500 meter, dari simpang 4 Beruta arah Pamalontian 2.500 meter, dari simpang 4 arah Palikodan 3.000 meter, dan dari simpang 4 arah Sumber Cahaya 1.500 meter,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat di Desa Batu Hambawang membutuhkan adanya tiang listrik utama kabel TR sepanjang 6000 meter dan 12 tiang. Padahal sudah berkali-kali diusulkan ke PLN namun hingga kini belum ada perhatian.
Kemudian usulan prioritas kegiatan infrastruktur peningkatan jalan dan jembatan yakni Jalan Tapin Bini-Suja-Penopa sepanjang 7 Km, anggaran yang dibutuhkan sebesar 49 milyar, sehingga desa terisolir dampak banjir bandang.
“Penggantian jembatan Bulik (Jembatan Toka) dengan bentang 80 meter anggaran sebesar Rp 29,5 miliar, jembatan ini putus karena diterjang banjir bandang tahun 2023,” ungkapnya.
Sementara di Kecamatan Sematu Jaya, Bryan menyampaikan, perlu adanya penimbunan jalan di area pertanian seluas 6 hektare yang belum berfungsi karena rusak akibat banjir. Akibatnya jalan tersebut hanya bisa dlewati kendaraan roda dua.
Selain itu, terdapat usulan bantuan program kegiatan untuk pengelolaan sampah dilingkungan Kecamatan Sematu Jaya.
“Mohon bantuan pembuatan sumur bor di sawah Desa Tri Tunggal, karena apabila musim kemarau kesulitan air untuk pertanian,” ungkapnya.
Bryan juga mendorong tindaklanjut adanya program listrik masuk sawah. Hal tersebut sangat mambantu petani, untuk mengantisipasi serangan hama.
Kemudian usulan pembangunan atau perbaikan infrastruktur jalan di Desa Jangkar Prima menuju Desa Wonorejo yang saat ini rusak berat. Ia juga menyampaikan usulan pembangunan Gedung Posyandu.
“Mengingat Posyandu yang ada saat ini sangat kecil/sempit dan kurang memadai untuk pelayanan kesehatan msyarakat,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya bantuan perikanan, peternakan, untuk pengembangan peternakan kambing dan sapidari DPRD Kalteng dapil III.
“Perlu adanya pembinaan dalam program pelatihan dan sosialisasi berbagai bidang terhadap remaja, mengingat saat ini sulit mencari remaja untuk bertani, karena remaja saat ini sebagian besar mencari kerja yang instan (cepat mendapatkan uang),” tuturnya.
Bryan menyampaikan, di Desa Batu Hambawang terdapat Program TORA kurang lebih 1.300 hektare. Masyarakat mengusulkan agar menjadi kawasan APL.
mereka meminta dukungan kepada anggota DPRD Kalteng Dapil III untuk mendorong raperda RTRWP di kawasan tersebut dapat direvisi dan diakomodir
Kemudian masyarakat Desa Batu Hambawang meminta perhatian dengan skala prioritas dari pemerintah untuk memperbaiki jalan lingkungan hingga diaspal.
Masyarakat Desa Mekar Mulya juga mengusulkan dibuatnya tanggul penahanan air. Hal ini dikeluhkan karena setiap musim hujan lahan pertanian digenangi banjir.
“Usulan pembangunan tower atau pemancar penguat signal, mengingat hingga saat ini masih kesulitan untuk komunikasi karena kekurangan jaringan signal,” pungkasnya.
(Syauqi)












